-->

Share Pengalaman : 5 Tips Meningkatkan Daya tahan Tubuh di Masa Pandemi

September 11, 2020

daya tahan tubuh

Baru sekitar seminggu lalu, saat sedang ngobrol asyik sekeluarga. Saya dan suami menyadari bahwa selama pandemi, kami sekeluarga justru makin jarang sakit. 

Eh, kok bisa ya? 

Yuk kita coba runut ceritanya sejak sebelum kedatangan pandemi. Jadi begini, di masa sebelum pandemi kami sekeluarga adalah pasien idaman para dokter. Ya itu karena kami rajin sekali bertandang ke tempat praktik dokter dan rumah sakit. 

Di rumah ini, setiap bulan ada saja yang sakit. Kadang vertigo saya kambuh. Kadang suami kena radang tenggorokan, pilek berkepanjangan. Dan yang paling sering, tentu saja anak saya yang punya riwayat asma. Hampir sebulan sekali, asmanya kambuh. 

Kesehatan anak saya memang agak ringkih. Nggak bisa ketemu kuman atau virus sedikit, dia pasti langsung batuk pilek. Kalau sudah begitu, hanya tinggal menunggu waktu sampai asmanya kambuh. 

Tapi aneh, selama nyaris tujuh bulan masa pandemi. Kami sekeluarga malah nyaris tak ada yang sakit. Saya sempat pilek sebentar, tapi dalam dua hari sudah membaik. Anak dan suami saya malah makin bugar. 

Aneh nggak sih, ditengah wabah virus mematikan begini kok kami malah tambah sehat? 

Setelah kami telusuri, sepertinya perubahan gaya hidup selama masa pandemi berdampak baik bagi kesehatan tubuh. Ya, karena pandemi, kami jadi mengubah banyak kebiasaan hidup. Dari yang malas olahraga jadi agak rajin. Kalau sebelumnya kami jarang makan sayur, sekarang sayur dan buah malah jadi menu wajib. 

Siapa sangka tanpa disadari kebiasaan-kebiasaan sederhana tadi ternyata malah sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 

Mau tahu apa saja kebiasaan yang kami lakukan? 

Kelola stress 

Poin ini sengaja saya tulis diawal. Karena berdasarkan pengalaman, baik buruknya hidup kita sesungguhnya ditentukan oleh pikiran. Kalau pikiran kita positif, tubuh juga akan merespon positif. Sementara kalau kita selalu berpikiran buruk, tubuh juga akan membuat respon negatif. 

Lalu bagaimana cara mengelola stress? 

Meditasi 

daya tahan tubuh

Hal pertama yang kami lakukan adalah meditasi. Nggak perlu meditasi dalam durasi panjang. Cukup duduk tegak dan tenang selama 15 menit di pagi hari. Atur dan rasakan irama napas, sambil menenangkan pikiran. 

Saya biasanya melakukan ritual ini, di pagi hari. Sambil menghadap jendela dan merasakan sinar matahari yang perlahan menerangi rumah. Awalnya terasa membosankan, tapi kian lama justru terasa kian nyaman. Silahkan dicoba deh. 

Kalau kesulitan mengatur waktu, bisa memanfaatkan aplikasi meditasi yang ada di smartphone. Melalui aplikasi seperti ini kita bisa menentukan durasi meditasi, dan memilih musik yang nyaman untuk teman meditasi. 

Melakukan hobi 

Pandemi dan kebijakan yang memaksa kita tetap di rumah, membuat kita menemukan banyak hobi baru. Anak saya kini makin rajin menggambar. Karena tidak masuk sekolah seperti biasa, waktunya kini lebih banyak dihabiskan untuk menggambar dan belajar membuat vlog. Seru sekali. 

Sementara suami saya, sejak pandemi, jadi punya banyak waktu untuk meneruskan hobi lamanya, menulis. Kini ia tengah merampungkan penulisan novel berlatar belakang mitos lokal. Ide ini sebenarnya sudah terbersit sejak bertahun-tahun silam. Idenya lama terpendam karena ia tak punya waktu dan tenaga untuk mulai menulis. 

Lalu saya, tentu saja tetap menghabiskan waktu dengan nonton drama korea, menulis blog sambil mengurus rumah. Memang bukan hobi baru sih. Tapi tetap saja sangat nyaman buat dijalani. 

Bermain dan bercanda bersama orang tersayang 

Aktivitas ini sepertinya sepele. Tapi sadar nggak sih, selama ini kita selalu sibuk dengan berbagai urusan luar rumah. Sampai kadang tak punya banyak waktu ketemu dengan keluarga sendiri. 

Nah karena pandemi, kesempatan untuk berkumpul dan berinteraksi dengan keluarga jadi lebih banyak. Makanya manfaatkanlah baik-baik. 

Rumah memang jadi semakin bising karena kami semua kumpul. Rumah juga makin berantakan karena semua orang ada di rumah. Tapi entah kenapa, hal itu justru membuat saya makin bahagia. Rasanya seru bisa bercanda, dan menikmati momen di rumah bersama-sama seperti ini. Segala pikiran buruk dan stress jadi hilang deh. 

Makin aktif, banyak bergerak 

Biarpun cuma di rumah saja, kami sekeluarga nggak serta merta jadi kaum rebahan. Iya sih, kadang kita juga berkumpul sambil bercanda di tempat tidur. Tapi kami juga berusaha mengimbangi diri dengan olahraga. 

Anak dan suami saya mulai rutin berlatih karate. Untuk anak saya memang nggak dilakukan setiap hari. Karena dia masih sering moody, lantas malas ikut latihan. Tapi selalu diusahakan minimal 3 kali dalam seminggu. Tapi untuk suami, berlatih seperti ini sudah jadi rutinitas harian selama 6 bulan terakhir. 

daya tahan tubuh

Selain olahraga, kami juga menjalani aktivitas fisik yang bisa dilakukan di rumah seperti berkebun atau membersihkan rumah. Dari dua aktivitas ini, kita bisa mendapat manfaat ganda. Selain tubuh lebih sehat karena cukup aktivitas fisik, rumah juga jadi lebih rapi dan asri. 

Cukup tidur 

Istirahat itu penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Setelah melakukan berbagai aktivitas fisik, kita juga harus membiarkan tubuh beristirahat. 

Saya sebenarnya tipikal orang yang punya jam biologis kacau. Kadang tidur dini hari, kadang tidur pagi, kadang juga tidur lebih awal. Pokoknya sesuka hati lah. Akibatnya, saya nggak pernah merasa segar tiap kali bangun pagi. Sudah tidur lama, tetapi badan tetap kerasa lelah. Nggak enak banget. 

Nah, gegara pandemi kami sekeluarga jadi “terpaksa” lebih teratur. Tidur lebih awal, supaya bisa bangun pagi. Ternyata efek dari tidur teratur dalam porsi cukup ini bermanfaat luar biasa lho buat tubuh. 

Bangun pagi, badan jadi lebih segar karena cukup tidur. Masih dapat bonus bisa menikmati udara segar dan sinar matahari yang nyaman. Enak banget deh. 

Asupan makanan sehat, air putih dan vitamin 


Tadinya saya nggak paham apa maksud perkataan ini. Tapi belakangan saya sadar bahwa saluran pencernaan kita yang penuh dengan bakteri baik dan jahat ini punya peranan besar terhadap kesehatan. 

Sekitar 80% penyakit, konon berasal dari apa yang kita makan. Makanya, supaya daya tahan tubuh selalu terjaga, kita harus memperhatikan asupan makanan. 

Untuk hal yang satu ini, saya belajar banyak dari anak saya. Anak saya, sejak kecil tidak terlalu suka makan makanan yang terlalu asin, atau manis. Sebenarnya memang tidak saya biasakan makan makanan berpengawet atau kudapan manis, karena itu bisa berpengaruh pada asmanya. 

daya tahan tubuh

Tapi karena pembiasaan itu, anak saya jadi hobi makan buah dan sayur. Bagaimana dengan saya? Saya sih hanya sesekali makan buah dan sayur. Saya ini tipikal kebanyakan orang Indonesia yang lebih suka makan banyak nasi ketimbang banyak sayur. Alhasil, saya sering sembelit. 

Pandemi akhirnya berhasil memaksa saya memakan lebih banyak sayur dan buah. Memang belum ideal jumlahnya, karena porsi nasi tetap lebih besar. Tapi setidaknya asupan sayur buah yang saya konsumsi kali ini cukup membuat pencernaan jadi lebih lancar. 

Lalu karena nggak bisa terlalu sering keluar rumah, frekuensi jajan gorengan pun jauh berkurang. Untuk camilan, saya lebih sering mengonsumsi buah atau jus buatan sendiri

Selain itu, saya juga menambahkan asupan satu vitamin penambah daya tahan tubuh. 

Amunizer, vitamin penambah daya tahan tubuh 

amunizer

Amunizer
adalah suplemen vitamin yang membantu memelihara daya tahan tubuh. Suplemen ini berupa minuman serbuk. Untuk mengonsumsinya, kita cukup melarutkan 1 sachet Amunizer dengan 200 ml air dingin. 
amunizer

Kenapa sih Amunizer bagus buat memelihara daya tahan tubuh? 

Amunizer mengandung berbagai bahan alami yang memiliki khasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, antara lain: 

1. Vitamin C 

Tubuh kita tidak bisa membuat vitamin C sendiri. Biasanya kita mendapat asupan vitamin C dari makanan atau minuman yang kita konsumsi. Vitamin C sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melindungi tubuh dari infeksi serta paparan radikal bebas. 

2. Elderberry 

Buah elderberry, masih dari keluarga tanaman berry yang punya ciri khas bentuk buah yang bulat dan tumbuh berumpun. Walau tak sepopuler keluarga berry lainnya, Elderberry dipercaya memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Itu sebabnya, Elderberry banyak dimanfaatkan sebagai asupan tambahan buat menambah imunitas. Buah ini diklaim dapat meredakan peradangan, meredakan stress, gejala flu, mengatasi sembelit, nyeri sendi dan menjaga kesehatan jantung.

3. Zinc 

Zinc merupakan mineral yang baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Mineral ini, selain ampuh mengatasi pilek dan diare, terbukti juga baik untuk mempercepat penyembuhan luka dan menurunkan risiko gangguan penglihatan pada lansia. 

4. Forsythia 

Forsythia cukup popular didunia pengobatan China sebagai antipiretik dan anti inflamasi untuk mengobati infeksi bakteri. Selain itu, forsythia juga kerap dipakai untuk mengobati infeksi saluran pernapasan bagian atas. Mengonsumsi forsythia diyakini bakal membantu meredakan demam, mual dan peradangan. 

5. Phyllantus 

Kita menyebutnya Meniran. Tanaman herbal ini sudah dimanfaatkan sebagai obat sejak ratusan tahun lalu. Diklaim memiliki sifat antibakteri dan antivirus, Meniran dipercaya dapat mengatasi berbagai gangguan kesehatan akibat infeksi. Termasuk infeksi saluran kemih dan infeksi virus hepatitis B. 

6. Lonicera 

Disebut juga Kamperfuli atau Honeysuckle. Merupakan tanaman perdu yang tumbuh merambat, memiliki bunga yang wangi dan berwarna-warni. Lonicera juga diyakini dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan risiko infeksi bakteri. 

Saya biasa mengonsumsi Amunizer, 1 sachet satu hari setiap siang. Segar banget rasanya, terutama kalau diminum setelah sibuk beraktivitas seharian. 

amunizer

Minuman ini berwarna keunguan. Rasanya agak asam, seperti kebanyakan minuman berbahan buah berry. Satu dus Amunizer berisi 4 sachet @4,5 gram. Harganya sangat terjangkau lho. Di apotek langganan saya, harga 1 dus hanya sekitar Rp 10.000. 

Namun perlu diperhatikan, minuman ini mengandung pemanis buatan Aspartame dan fenilalanin. Jadi tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan bayi dibawah 1 tahun ya. 

Kalau buat saya sekeluarga sih, Amunizer ini benar-benar bisa jadi tambahan amunisi buat melawan virus dan bakteri yang sedang mewabah. Ditambah dengan makin membiasakan diri dengan pola hidup yang lebih sehat, rasanya jadi makin bahagia dan makin semangat deh menjalani kenormalan baru ini. 

Semoga jadi tambah tahu ya.

You Might Also Like

0 comments