Do’s & Don’ts Padu Padan Baju Anak

12:11 AM

Punya anak itu menyenangkan! Mari kita lewatkan masa-masa ketika mereka rewel nggak mau tidur atau bolak balik nangis karena minta susu atau ganti popok. Diluar segala keribetan itu, kehadiran buah hati selalu membuat hati bahagia. Entah karena polahnya saat belajar berjalan, usahanya saat mulai belajar bicara atau saat ia belajar meniru gaya orang-orang dewasa.

Anak-anak sangat menggemaskan!

Punya anak yang menggemaskan, bikin kita gregetan ingin mendandani mereka sekeren mungkin. Hayooo bener nggak? Kalau saya sih begitu. Sejak hamil, saya sering kalap kalau lihat baju bayi dan anak yang lucu-lucu. Apalagi sekarang aksesoris dan fashion item untuk anak makin beragam dan makin kece. Duuuuh makin nggak tahan deh pengen dandanin Narend ala-ala selebgram kids gitu.

Tapi apa daya, semakin bertambah usia Narend semakin susah pula ia mendandani dia sesuai kehendak hati saya. Disuruh pakai fedora hat, dia menolak. Dipakaikan sepatu, dia ngacir. Jadi serba salah kan. Bahkan saat membeli sepatu pun, kami berdua sampai berdebat seru lantaran beda selera. Ampun deh anak zaman sekarang.

Lama- kelamaan saya belajar beberapa hal soal ini. Urusan mendandani dan padu padan baju anak memang perlu trik supaya dua belah pihak sama-sama nyaman dan terpuaskan. Kita puas karena si buah hati tampil keren sesuai selera kita, sementara anak juga tidak terabaikan keinginannya dan tetap berasa nyaman dengan outfit-nya.

Berikut do’s and don’ts padu padan baju anak yang saya rangkum dari pengalaman pribadi dan berbagai sumber.

#1. Don’ts : Memaksakan keinginan. 

Photo by Steven Libralon on Unsplash
Nggak salah kalau kita orang tua ingin si kecil memakai sesuatu yang “pantas” di mata kita. Tapi, satu hal yang perlu kita sadari pula bahwa anak adalah pribadi yang berbeda dengan kita. Seiring bertambahnya usia dan akibat pergaulan dengan teman sebaya, ia mulai memiliki selera sendiri. Standar keren anak dengan kita, orangtuanya, mungkin berbeda. Memaksakan keinginan dan selera berpakaian kita kepada si kecil jelas bukan tindakan yang bijak. Karena, ini bisa jadi berdampak pada menciutnya kepercayaan diri anak. Kasihan kan?

Do’s : Kompromi. 

Photo by London Scout on Unsplash
Ini udah jalan tengah paling bagus deh. Kompromi bukan hanya saat memilih baju yang ingin dipakai saja, kompromi malah bisa dimulai saat kita membeli pakaian. Maksudnya sih, biar baju yang kita beli nggak mubazir karena anak enggan memakai karena tidak sesuai seleranya.
Ada kalanya, anak ingin memakai kaos Tayo kesayangannya saat kita seharusnya memakai pakaian resmi karena harus ke kondangan. Apa yang perlu dilakukan? Buat saja perjanjian. Kaos Tayo boleh dipakai selama perjalanan ke lokasi, tapi saat sudah di tempat acara, si kecil harus mau berganti dengan baju yang lebih rapi dan pantas. Untuk saya dan Narend, kompromi seperti ini selalu jadi win win solution. Saya senang, Narend juga senang.

#2. Bahan 

Do’s : Katun masih jadi pilihan bahan yang paling nyaman buat baju si kecil. Karena relatif lembut dan bisa menyerap keringat, sesuai untuk menemani anak yang memiliki segudah aktivitas.

Don’ts: Bahan yang terlalu tebal seperti drill sebaiknya dihindari. Bahkan untuk pakaian resmi seperti blazer anak, akan lebih baik kalau kita pilih bahan yang lebih tipis tapi tetap terkesan resmi. Sebagian anak juga ada yang terganggu dengan bahan tile. Bahan ini biasanya dipakai untuk rok tutu. Lalu bagaimana kalau sesekali ingin tampil girly dengan rok tutu? Sebaiknya memang selektif memilih jenis kainnya. Sekarang ada bahan tile dengan kualitas tinggi yang lebih lembut. Atau bisa juga diberi lapisan katun di rok bagian dalam. Tapi kalau mau cara yang lebih mudah sih, bisa juga dengan memakai celana pendek yang nyaman sebelum memakai rok berbahan tile.

#3. Aksesoris 

Tambahan aksesoris bikin dandanan anak lebih kece. Pilih aksesoris yang berwarna cerah namun simple. Seperti gatsby hat
Do’s : Less is more! Buat anak, aksesoris yang terlalu ribet dapat mengganggu kenyamanan. Jadi, kalau memang ingin menambahkan aksesoris seperti topi, kalung daan sebagainya, sebaiknya pilih yang berbentuk simpel. Dan pastikan pula ia nyaman dan aman memakainya. Kalau ingin tampil lebih outstanding, lebih baik pilih yang berwarna cerah.

Don’ts : Sebaiknya hindarkan memakaikan perhiasan berharga pada anak. Misalnya saja kalung emas. Banyak resikonya. Bisa diambil orang jahat, bisa hilang karena terjatuh. Sebaiknya juga jangan memilih aksesoris yang bisa membatasi gerak anak. Oia, perhatikan pula bahan dan model aksesoris, jangan sampai terbuat dari bahan berbahaya atau memiliki bentuk yang bisa melukai anak.

#4. Sesuai Usia 

Do’s: Outfit bernuansa colorfull adalah pilihan yang sesuai buat anak. Dunia anak identik dengan keceriaan terasa terwakilkan dengan outfit dengan beragam warna cerah. Pilihan fashion itemnya juga sebaiknya pilih yang simple pula. Misalnya t-shirt yang dipadu dengan rok tutu berwarna pastel untuk tampilan yang girly. Atau kaos dengan celana berbahan soft denim yang nyaman buat anak. Untuk tampilan yang lebih islami dan simple, gamis anak bagus juga untuk pilihan. Sekarang varian gamis anak makin beragam, dengan pilihan bahan yang nyaman tapi tetap colourfull.

Don’ts : Pakaian ketat mungkin cocok untuk sebagian orang dewasa, tapi sebaiknya jangan pakaikan pakaian ketat untuk anak-anak karena hal itu akan mengurangi kenyamanannya. Pilihan fashion item yang terlalu dewasa seperti stocking jala atau sepatu ber-heels juga sebaiknya dihindari saja deh.

#5. Special Occasion 

Photo by Myung-Won Seo on Unsplash
Do’s : Pilih pakaian resmi dengan bahan yang nyaman untuk anak. Dan pilih aksesoris yang sederhana. Untuk anak laki misalnya, pakai dasi kupu-kupu yang mudah dipasang dengan menggunakan klip. Sementara untuk anak perempuan, alih-alih memilih aksesoris seperti tiara, akan lebih baik bila memakai headband. Untuk acara resmi yang bernuansa keagaaman seperti halal bihalal atau pengajian, gamis anak lagi-lagi jadi pilihan termudah dan ternyaman. Potongan gamis yang sederhana, memungkinkan anak tetap bisa bergerak leluasa. Jadi poin lebih, karena gamis anak umumnya memang dibuat dengan motif dan warna-warna yang cerah sehingga tidak perlu tambahan aksesoris lagi.

Don’ts : Tidak perlu memakai aksesoris berlebih dan jangan pilih baju yang ketat. Kita tahu sama tahu lah ya, yang namanya pakaian resmi itu kan identik dengan pakaian yang rapi, kadang perlu terkesan elegan. Jenis pakaian seperti ini tidak selalu nyaman untuk anak. Makanya untuk baju anak di acara resmi sebaiknya pilih yang agak longgar, agar anak tetap nyaman bergerak sepanjang acara. Hindari juga pemakaian baju yang bertumpuk-tumpuk. Misalnya memakai kaos, lalu kemeja, lalu, vest, lalu blazer. Pilih saja kemeja yang sudah memiliki aplikasi vest supaya lebih ringkas.

Begitulah, pengalaman saya. Kalau ada yang punya saran soal Do’s & Don’ts padu padan baju anak, jangan segan untuk share di kolom komentar ya.

Semoga jadi tambah tahu.

You Might Also Like

8 comments

  1. Wah nyimak nih buat referensi makein anakku besok :D
    Kalo cewek lebih variatif ya jenis bajunya ya Mbak Wid~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kalo cewe, model, motif dan bahannya banyak variasi. Seneng dandaninnya. Apalagi pake baju couple ama emaknya gt y..

      Hapus
  2. Hahaha kaos tayo adalah kuntji dimana2...kira in cm Qut aja..
    Seragam wajib disetiap momen anak laki2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tayo emang luar biasa.. Dicintai dimana-mana y mak

      Hapus
  3. nice post mb wid...jadi tambah tahu ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† makasi udah mampir y mbak. Kapan2 mampir lagi, biar jd tambah tahu.

      Hapus
  4. Si kakak skarang mah suka pilih sendiri apa yang mau dia pakai. Kalau belanja, aku sodorin, kalau dia nggak mau ya gak jadi. Sekarang berusaha jadi mamak yg nggak maksain kehendak hahahah kalo sama si kecil mah, aku masih pilihin.

    Tapi, benar yang namanya kompromi itu jalan tengah yang baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mak, sekarang kalo beli baju jg utk narend jg aq minta dia pilih sendiri. Eh kukasih beberapa pilihan dl aih, abis tu dia yg milih. Drpd udah dibeliin, anaknya malah ga mau pake. Kan sayang y

      Hapus