Pikiran dan jiwa rasanya masih seperti remaja. Kayak dunia ini berhenti di awal tahun 2000-an waktu saya masih 20 tahun. Kadang saya masih tersipu sendiri lho kalau ada mas-mas ganteng yang menyapa, "Permisi, Mbak..." Hahaha! Norak banget kan?
Pun begitu, tubuh memang tidak bisa ditipu. Kalau isi kepala saya masih suka merasa ‘muda’, badan saya mengalami hal sebaliknya. Keduanya memang sering nggak sepakat.
Naik tangga 2 menit saja sudah mulai terengah-engah. Angkat galon sekali langsung pinggang protes. Duduk terlalu lama, kaki mulai kesemutan. Alih-alih wangi parfum, badan saya lebih akrab dengan aroma minyak gosok.
Makin lama, tubuh saya makin sering kasih kode, “Hei, kamu sudah nggak muda lagi lho!”
Mau nggak mau, saya sudah harus mengamini bahwa sekarang waktunya saya melihat kesehatan dengan cara berbeda.
Di usia 40-an, saya nggak perlu lagi mengejar target besar dan muluk. Nggak juga merasa harus mengejar target langsing dengan melakukan cardio setiap hari.
Saya justru lebih tertarik pada kebiasaan-kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
Kebiasaan Sederhana untuk Badan yang Lebih Sehat
Berhenti begadang, mengurangi gorengan, membatasi asupan gula, sampai belajar mengelola stres memang terdengar seperti nasihat kesehatan yang klise. Rasanya saran-saran itu sudah kita dengar sejak zaman masih merasa diri berusia 20 tahun.
Tapi percayalah, wahai sesama remaja jompo, justru hal-hal sederhana itulah yang paling menentukan kualitas hidup kita beberapa tahun ke depan. Bukan diet ekstrem. Bukan olahraga yang sedang viral. Melainkan kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Menjaga kesehatan ternyata tidak selalu soal menambah banyak hal baru dalam hidup. Malahan kembali ke hal-hal mendasar yang selama ini sering kita abaikan.
Satu kebiasaan sederhana yang baru-baru ini saya sadari ternyata punya dampak sangat signifikan pada kesehatan jangka panjang adalah memastikan tubuh mendapatkan cukup cairan setiap hari.
Dulu, saya termasuk orang yang sering lupa minum. Kalau sedang mengerjakan sesuatu yang seru, saya bisa berjam-jam duduk tanpa menyentuh botol minum. Biasanya baru tersadar harus minum, kalau otak kasih kode haus.
Naaah, masalahnya otak saya ini juga suka telat menafsirkan sinyal haus yang dikasih tubuh.
Padahal, sekitar 60% tubuh manusia terdiri dari air. Air berperan dalam berbagai fungsi penting, mulai dari membantu mengatur suhu tubuh, mendukung proses metabolisme, hingga membantu mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh. Tidak heran kalau tubuh sering memberi "kode" ketika kebutuhan cairannya tidak terpenuhi dengan baik.
Sayangnya, rasa haus bukan selalu tanda pertama. Kadang tubuh menyampaikannya dengan cara yang lebih halus. Badan terasa lebih cepat lelah, konsentrasi menurun, atau muncul keinginan ngemil yang ternyata bukan karena lapar, melainkan karena tubuh membutuhkan cairan.
Dari situ saya mulai berpikir lagi soal kebiasaan minum sehari-hari.
"Kan sudah minum kopi pagi, minum teh siang, kadang tambah es kopi atau minuman lainnya. Berarti kebutuhan cairan sudah aman, dong?"
Padahal tidak sesederhana itu.
Berbagai minuman yang kita konsumsi memang berkontribusi terhadap asupan cairan harian. Tapi, untuk memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh, air putih tetap menjadi pilihan utama yang paling disarankan. Air putih tidak mengandung gula tambahan, kalori, maupun bahan lain yang harus diproses tubuh terlebih dahulu.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, tergantung usia, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, hingga cuaca. Namun secara umum, orang dewasa dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan sekitar 2 liter per hari atau setara kurang lebih 8 gelas air putih. Saat cuaca panas, banyak beraktivitas, atau berolahraga, kebutuhan ini bisa meningkat.
Jadi minum air nggak bisa sembarang air. Saya memilih air murni yang paling baik untuk kesehatan jangka panjang. Air yang prosesnya jelas dan kualitasnya terjaga.
Bukan Air Sembarang Air
Walaupun sekilas tampak sama, ternyata tidak semua air minum sama lho...
Ada air mineral yang mengandung mineral alami dari sumbernya. Ada juga air murni atau air demineral yang diproses melalui penyaringan sehingga kandungan mineral dan zat terlarutnya sangat rendah.
Dalam beberapa referensi, air murni sering dikaitkan dengan proses hidrasi tubuh karena sifatnya yang lebih 'bersih' dari zat terlarut tambahan, sehingga fokusnya benar-benar pada fungsi air sebagai cairan untuk menghidrasi tubuh.
Dari sisi lain, air murni juga dipilih karena tidak mengandung mineral anorganik tambahan yang masuk dari sumber air alami. Hal ini bikin beban pemrosesan mineral di dalam tubuh, termasuk oleh ginjal, lebih minimal.
Lagian kebutuhan mineral harian tubuh kita nggak melulu harus bertumpu air minum kok. Sebagian besar mineral seperti kalsium, magnesium, kalium, dan lainnya justru diperoleh dari makanan sehari-hari seperti sayur, buah, kacang-kacangan, ikan, dan sumber protein lainnya.
Jadi, air minum lebih berperan sebagai pendukung hidrasi, bukan sebagai sumber utama nutrisi.
Dan ketika saya melihatnya dari sudut pandang itu, semuanya terasa lebih sederhana.
Saya jadi tidak lagi melihat air sebagai sesuatu yang harus dipikirkan rumit-rumit. Yang penting kuantitasnya cukup, frekuensi rutin dan kualitasnya terjaga.
Urusan kuantitas dan frekuensi bisa diatur, saya hanya butuh disiplin. Tapi kalau untuk urusan kualitas, memang bikin saya jadi lebih teliti memperhatikan jenis air yang saya konsumsi.
Setelah meluangkan waktu dan tenaga buat mencari tahu tentang air demineral, saya jadi kenal dengan Alexa Water, salah satu penyedia air minum sehat Bandung yang fokus pada air murni dengan proses yang dijaga dari awal sampai ke tangan konsumen.
Sebagai informasi, Alexa Water adalah brand air minum berkualitas tinggi yang telah dipercaya sejak tahun 2013. Sampai sekarang, lebih dari 32.000 pelanggan telah mempercayakan kebutuhan air minumnya kepada Alexa Water.
Sumber air mereka berasal dari mata air alami yang terletak di kaki Pegunungan Manglayang, Bandung. Mata air ini dikenal memiliki kejernihan dan kualitas yang terjaga secara alami, yang kemudian menjadi dasar dalam proses pengolahan air minum.
Untuk menjaga kualitas tersebut, setiap tetes air Alexa Water melalui proses penyaringan modern yang terkontrol, sehingga kotoran dan kontaminan dapat dihilangkan tanpa mengubah esensi kemurnian airnya.
Jujur, saya terkesan dengan cara Alexa Water menjaga kemurnian airnya. Tidak hanya pada proses pemurniannya saja, tapi juga bagaimana air tersebut disimpan dan didistribusikan sampai ke pengguna akhir.
Air yang sudah diproses dengan baik tetap perlu dijaga agar kualitasnya tidak berubah di perjalanan.
Konsepnya sederhana, tapi konsisten: air diproses secara higienis dan didistribusikan dengan sistem yang menjaga kualitasnya tetap stabil sampai ke rumah pelanggan.
Ini beberapa poin plus dari layanan Alexa Water, yang menurut saya bikin usaha kita untuk menjaga kesehatan jadi lebih simple :
- Pengiriman langsung dari pabrik ke rumah tanpa perantara agen distribusi, sehingga kualitas lebih terjaga.
- Dikirim menggunakan mobil tertutup untuk melindungi air dari paparan matahari, debu, dan polusi.
- Gratis ongkos kirim.
- Gratis peminjaman galon bagi pelanggan setia.
- Pengiriman terjadwal otomatis setiap minggu, jadi kebutuhan air di rumah atau kantor tidak perlu dikhawatirkan lagi.
Buat remaja jompo seperti kita, yang pikirannya riuh dan sering overthinking, layanan yang ditawarkan Alexa Water ini pasti akan sangat membantu keseharian. Dan sudah tentu, bikin kita lebih mudah konsisten menerapkan gaya hidup sehat.
Usia kita memang nggak lagi bisa dibilang muda, tapi kita harus bangga karena sudah diberi waktu untuk tumbuh jadi manusia yang lebih bijaksana. Lebih peka dalam mendengarkan ‘kode tubuh’.
Dan boleh jadi lho, berbagai keluhan kesehatan yang kita rasakan akhir-akhir ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara sederhana, yaitu memastikan tubuh cukup cairan setiap hari.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Alexa Water, layanan distributor air minum kantor, atau pemesanan air murni untuk rumah maupun kebutuhan usaha, kalian bisa mengunjungi website resmi atau menghubungi kontak berikut ya:
🌐 Alexa Water
📞 08222 100 9575
📍 Jl. Candrawulan 4 No. 33, Turangga, Bandung
Semoga jadi tambah tahu...
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)

Waaaa pas banget yaaa, sesama udh 40th dan butuh banget info tentang air murni, sehat sehat yaa kitaaaa
BalasHapusWah iyaaa, kita tim 40+ yang lagi belajar lebih peka sama tubuh ya 😊 sehat-sehat juga ya, semoga sama-sama konsisten jaga hidrasi dan hidup lebih mindful
Hapus