Ajak Anak Gemar Membaca dengan Membaca Nyaring (Read Aloud)

tips-cara-membaca-nyaring-read-aloud

Banyak orang tua mengeluh, anaknya lebih suka berlama-lama nonton Youtube dan bermain game online ketimbang membaca buku. Hmmm, tunggu dulu. 

Jangan-jangan si anak tak betah membaca karena memang tidak terbiasa dan tidak tahu asyiknya membaca. Coba introspeksi lagi, mungkin kita sebagai orang tua memang tak pernah benar-benar mengenalkan buku pada anak. 

“Buku di rumah banyak kok. Setiap bulan kami beli buku baru. Tapi cuma jadi penghuni rak dan tak tersentuh sama sekali.” 

Ada yang relate nggak dengan pernyataan di atas? 

Sebagai orang tua, saya cukup mengerti dengan kegalauan senada begitu. Tapi sebagai orang tua pula, kadang saya gemas sendiri dengan ibu atau bapak yang hobinya mengeluh soal anaknya yang enggan membaca, padahal dia sendiri tak suka membaca. 

Buah jatuh tak jauh dari pohon, saudara-saudara…. 

Kalau kita sendiri sebagai orang tua nggak suka membaca, bagaimana mungkin mengharapkan anak kita hobi membaca. Kemungkinannya hanya 1 : 1.000.000.000 

Kenyataannya, bisa membaca nggak selalu membuat anak jadi gemar membaca. Bahkan yang lebih ekstrim lagi, bisa membaca nggak selalu berarti mereka paham dengan apa yang dibaca. Sangat disayangkan. 

Padahal kita semua tahu, membaca adalah kemampuan literasi dasar manusia. Tanpa kemampuan membaca, seseorang akan mengalami kegagapan dan sulit mengembangkan pengetahuannya. Jadi yang kita perlukan lebih dari sekadar membuat anak bisa membaca, kita harus mengajak mereka gemar membaca. 

Sebelum itu, mungkin kita perlu menyamakan persepsi dulu tentang makna membaca yang akan dibicarakan kali ini. Membaca yang saya maksud bukan sekadar melafalkan susunan huruf dan kata menjadi kalimat. 

Membaca yang dimaksud dalam tulisan ini adalah kemampuan menafsirkan dan memahami isi teks. Menarik kesimpulan dari bahan yang dibaca dan kemampuan memahami konteks bacaan 

Bukan bermaksud membandingkan diri dengan orang lain, namun saya merasa cukup bersyukur karena lahir dalam keluarga yang gemar membaca. Di rumah kami ada lebih banyak buku cerita ketimbang mainan. 


Ibu saya suka membaca karena kerap dibacakan cerita oleh Ayahnya, Mbak Kakung saya. Sementara saya, suka membaca karena sering dibelikan buku cerita oleh ibu dan hampir setiap malam dibacakan buku cerita oleh Bapak. 

Saya ingat, karena kesibukan pekerjaan, Bapak nggak selalu punya banyak waktu untuk kami. Tapi kami nggak pernah merasa berjarak dengan Bapak. Karena nyaris setiap malam, sebelum kami tidur atau saat Bapak sedang libur, beliau membacakan buku cerita atau mendongeng untuk anak-anaknya. 

Membaca dengan nyaring seperti yang dilakukan Bapak untuk kami dulu, rupanya merupakan cara termudah mengajak anak gemar membaca. 

Saya sendiri baru menyadari hal itu sekarang, setelah mengikuti “Let’s Read Online Blogger Gathering” bersama Let’s Read Indonesia dan Blogger Perempuan Network (BPN), Selasa, 11 Mei 2021 silam. 

Dalam online gathering tersebut, saya bersama puluhan blogger perempuan lainnya mendapat banyak insight menarik tentang tips mengajak anak gemar membaca dari Ibu Roosie Setiawan, Founder Reading Bugs dan penggiat Read Aloud Indonesia

“Bayangkan, kita hanya perlu menyisihkan waktu antara 5 menit sampai 15 menit setiap hari membacakan cerita buat anak. Itu sudah lebih dari cukup untuk menanamkan pengalaman membaca yang menyenangkan, dan pada gilirannya akan membuat anak-anak gemar membaca,” kata Ibu Roosie. 

Apalagi, tambah dia, saat ini akses bacaan untuk anak jauh lebih mudah, murah dan variatif ketimbang 20 tahun silam. Salah satu sumber bacaan anak berkualitas itu bisa kita dapat melalui aplikasi dan website Let’s Read Indonesia

tips-cara-membaca-nyaring-read-aloud

“Di Let’s Read ada ratusan cerita anak yang sudah dikurasi. Semua bebas diunduh dan dicetak, asal jangan diperjual belikan ya,”
ujar Elsa Agustine, Content Social Development The Asia Foundation. 

The Asia Foundation adalah lembaga dibalik Let’s Read Indonesia yang sudah giat melakukan berbagai gerakan literasi sejak tahun 1955. Let’s Read Indonesia sendiri dirilis tahun 2017, untuk memenuhi kebutuhan anak Indonesia pada bacaan berkualitas yang mendidik dan menarik. 

“Untuk saat ini, buku-buku cerita anak yang tersedia di Let’s Read adalah bacaan dengan sasaran pembaca anak usia dini dan siswa SD kelas rendah. Cerita-ceritanya ditampilkan dalam berbagai bahasa, ada (bahasa) Inggris, Indonesia, bahkan bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, dan sebagainya,” papar Elsa. 

tips-cara-membaca-nyaring-read-aloud


Mengapa Harus Membaca Nyaring? 

Alih-alih langsung menjawab pertanyaan ini dengan lugas, Ibu Roosie malah mengajak kami mendengarkan sebuah cerita anak berjudul, “Daysi yang Hebat.” 

“Siapa sih Daysi?” kata Ibu Roosie.

“Seekor ayaaam,” kami para peserta gathering ramai menjawab. 

“Kira-kira kenapa ya Daysi disebut hebat,” tanya Ibu Roosie lagi. Pertanyaan ini pun lagi-lagi disambut dengan sahutan para peserta. Ramai sekali. 

Tak lama, Ibu Roosie pun melanjutkan membaca kisah “Daysi yang Hebat”. 

Sambil mendengarkan beliau, kami membaca dan menyimak gambar yang tampil di layar gadget tentang cerita Daysi. Sesekali terlihat Ibu Roosie membuat gerakan seperti mengepakan sayap saat bercerita. 

tips-cara-membaca-nyaring-read-aloud

Seusai bercerita, Ibu Roosie kembali mengajukan pertanyaan. “Nah, setelah membaca, apa yang bisa kita dapatkan dari cerita Daysi tadi,” tanya dia. 

Kami, para peserta pun kembali menjawab dengan riuh. Sampai akhirnya kami menyadari betapa lekatnya kami saat Ibu Roosie membacakan cerita. Rasanya seperti ikut terhanyut dengan kisah Daysi. 

Aneh, padahal ini hanya kisah anak yang sederhana dan singkat, tapi kok rasanya bisa antusias begini ya? 

“Begitulah kekuatan membaca nyaring,” kata Ibu Roosie. 

Membaca nyaring, lanjut beliau, membangun kesenangan sekaligus kedekatan antara anak dengan orang yang membacakan cerita. Saat dibacakan buku dengan suara nyaring (read aloud) anak tidak hanya membaca susunan huruf. Mereka juga belajar menyimak kosakata. 

Perbendaharaan kosakata ini jadi modal dasar bagi anak buat mengembangkan kemampuan bicara. 

“Jadi anak tidak hanya mengerti bahasa tutur tapi juga paham bahasa tulis. Hal ini akan sangat membantu anak dalam memahami teks saat ia membaca sendiri kelak dan pada gilirannya juga membantu anak untuk menulis (menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan),” terang Ibu Roosie lagi. 

Proses literasi dini terbangun sembari anak menyimak buku cerita yang dibacakan dengan nyaring. Lebih dari itu saat dibacakan buku dengan nyaring, anak juga mendapat pengalaman menyenangkan dengan buku dan orang yang membacakan buku. 

Sehingga saat dewasa, ia jadi terbiasa menikmati proses membaca. Membaca tak lagi jadi kegiatan yang dipaksakan nanmun dianggap sebagai kegiatan yang menyenangkan dan memuaskan kebutuhan akan pengetahuan. 

“Pengalaman membaca yang menyenangkan ini mungkin nggak banyak dialami anak Indonesia. Sehingga banyak diantara mereka tumbuh jadi orang yang nggak suka membaca.” 

Bagaimana Cara Membaca Nyaring yang Benar? 

Perlu dipahami bahwa tujuan membaca nyaring adalah memberi pengalaman membaca yang menyenangkan kepada anak. Karenanya membaca nyaring (read aloud) pun harus ada teknik dan strategi. 

tips-cara-membaca-nyaring-read-aloud

Nggak bisa dong kita sekadar membaca nyaring dengan intonasi datar, tanpa memperhatikan tanda baca begitu. Apalagi kalau bacanya cepat-cepat seperti diburu pembunuh berantai. Ntar jadinya nggak seru kan? 

Nah, menurut Bu Roosie dalam membaca nyaring ada 4 tahapan yang perlu dilakukan, dan sebenarnya secara natural akan dilakukan. 

Empat tahap dalam membaca nyaring adalah: 

1. Tahap Persiapan Membaca Nyaring 

Sangat dianjurkan untuk membacakan buku yang sesuai dengan kemampuan baca anak. Meski begitu, menurut Bu Roosie, anak masih bisa menangkap dengan baik bila dibacakan buku yang levelnya setingkat diatas kemampuannya. 

tips-cara-membaca-nyaring-read-aloud

Sebagai panduan, tahapan membaca dapat dikelompokan sebagai berikut : 

a. Pra-membaca 

Anak bayi dan balita berusia 0-3 tahun, sebaiknya mulai dikenalkan pada buku tanpa kata, atau satu kata di setiap halaman. Formatnya bisa buku kain, buku tebal atau buku dengan format interaktif. 

b. Membaca dini 

Tahapan membaca untuk anak PAUD/TK yang berusia 3-6 tahun. Jenis bukunya bisa berupa big book dan buku bergambar dengan 90% ilustrasi. Bisa buku tanpa kata sehingga kita hanya membacakan gambar, bisa juga buku satu kata setiap halaman atau beberapa kata yang sering didengar anak. 

c. Membaca awal 

Anak berusia 6-9 tahun yang masih duduk di SD kelas rendah sebaiknya dibacakan buku bergambar yang memiliki konten 70% ilustrasi. Buku dengan 2-3 kalimat sederhana per halaman sudah cukup untuk mengajarkan anak kosakata baru. 

d. Membaca lancar

Tahapan membaca untuk anak SD kelas tinggi, usia 9-12 tahun. Anak-anak bisa dikenalkan dengan buku yang berisi lebih banyak tulisan. Antara 3-7 kalimat di setiap halaman dengan konten ilustrasi sekitar 50%. Pada tahapan ini, anak juga bisa mulai dikenalkan pada kosakata yang lebih beragam. Bisa buku novel pendek atau kumpulan cerita. 

e. Membaca lanjut 

Tahapan membaca untuk anak usia 12-15 tahun. Anak usia ini sudah bisa dikenalkan pada buku dengan bab, novel remaja dan komik.
 

f. Membaca mahir 

Tahapan membaca usia 15-18 tahun. Semua jenis buku bisa dib aca sesuai dengan genre yang disukai.
 

g. Membaca kritis 

Tahapan membaca kritis untuk orang dewasa berusia lebh dari 18 tahun. Bisa membaca semua jenis buku dari genre yang diminati. 

2. Tahap Sebelum Membaca Nyaring (Pre Read Aloud) 

Sebelum melakukan membaca nyaring lakukan preview buku terlebih dahulu. Dengan begitu kita bisa tahu lebih dahulu jalan cerita buku yag akan dibaca. 

tips-cara-membaca-nyaring-read-aloud

Preview
juga membantu kita untuk mengetahui tanda baca sehingga bisa mengatur intonasi dan menentukan kapan harus jeda. Proses preview juga akan sangat membantu kita untuk memprediksi pertanyaan yang mungkin bakal ditanyakan oleh anak dan mempersiapkan jawaban. 

Nah, setelah melakukan preview, berikut tahapan yang perlu dilakukan sebelum membaca nyaring : 
  • Mulai dengan percakapan pembuka. Misal bertanya, “Hari Ini Ibu mau baca buku tentang semut, siapa mau mendengarkan?” 
  • Tunjukan sampul buku yang akan dibaca. Lalu sambil menyebutkan gambaran cerita, ajak anak untuk menebak cerita apa yang akan dibacakan kali ini.
  • Sebut judul, pengarang dan ilustratornya. Hal ini untuk membiasakan anak membaca detail dan menghargai proses kreatif dibalik buku. 
  • Telusuri ilustrasi yang ada di buku, hal ini kerap disebut membaca gambar. 

3. Tahap Saat Membaca Nyaring 

Saat membaca nyaring, kita harus benar-benar membaca teks yang ada buku. Tidak dikurangi dan juga tidak ditambah. 

Bacakan dengan intonasi dan perlahan. Hal ini untuk membantu anak lebih terlibat dengan isi cerita. Jangan membaca terlalu cepat atau bersuara terlalu pelan. 

tips-cara-membaca-nyaring-read-aloud

Selama membaca, usahakan selalu menjaga interaksi dengan anak. Bisa sambil bertanya kira-kira bagaimana kelanjutan ceritanya, misal, “Wah apa yang terjadi dengan si mehung ya?” 

Kita juga bisa mengajak anak mengungkapkan secara lisan apa yang didengar, apa yang dirasakan atau apa yang dipikirkan. Ini melatih anak menyampaikan pendapat atau idenya (think aloud) 

4. Tahap Setelah Membaca Nyaring 

tips-cara-membaca-nyaring-read-aloud

Setelah membaca, buka ruang diskusi dengan anak. Ajak anak mendiskusikan isi buku. Pilih pertanyaan terbuka ya, hindari pertanyaan dengan jawaban ya dan tidak. Ajak anak menceritakan ulang jalan cerita yang baru saja dibacakan. 

Kalau anak terlihat agak pasif atau tak banyak bertanya kita bisa memancing pertanyaan dengan bertanya tentang elemen cerita. Misal, “Tadi siapa ya tokoh yang ada di cerita Si Mehung?” atau “Mehung ini tinggal dimana?” dan sebagainya. 

Kapan waktu ideal untuk membaca nyaring? 

Waktu ideal membaca nyaring bisa sangat berbeda satu sama lain. Membaca nyaring bisa dilakukan kapan saja, dimana saja. Tergantung kesiapan anak dan orang tua yang mau membacakan cerita. 

Apalagi sekarang kita bisa mendapatkan cerita anak berkualitas di aplikasi Let’s Read di smartphone. Nggak perlu bawa buku banyak kemana-mana. Bahkan saat perjalanan pun kita bisa membacakan cerita untuk anak. 

Oh iya, ada kalanya anak minta untuk dibacakan cerita yang sama berulang-ulang. Sebagai orang tua, kita kadang sampai bosan. Ya nggak ? 

Tahu nggak sih, ternyata permintaan anak membaca buku yang sama berulang-ulang adalah indikasi bahwa usaha kita untuk membuat mereka suka membaca mulai berhasil. 

“Itu berarti anak sudah mulai menemukan kesenangan membaca. Kadang mereka bahkan hapal isinya meski tidak membaca. Ini juga bagian proses belajar. Berarti usaha kita berhasil, yang penting konsisten dan dilakukan setiap hari, ”  imbuh Ibu Roosie. 

Nggak sulit kan mengajak anak gemar membaca? Kita hanya perlu meluangkan waktu 5 menit sampai 15 menit setiap hari. Bonusnya, adalah bonding antara orang tua dan anak. 

tips-cara-membaca-nyaring-read-aloud

Yuk biasakan membacakan cerita untuk anak. Pilihan cerita anak bisa diunduh dan dicetak dari aplikasi atau website Let’s Read. 

Semoga jadi tambah tahu ya

23 comments

  1. Wah, edukasi yg mantab banget ini, Mbaaa
    Memang ortu kudu memberikan pengalaman yg terbaik buat anak, ya.
    Termasuk membaca dgn nyaring, ini bener2 bisa memberikan best experience dan ningkatkan bonding juga.
    makasi sharing-nya ya

    ReplyDelete
  2. Anak pertamaku (11 tahun) baru saja berhasil menamatkan membaca buku 5 sekawan. haha, iyaaa pasti pencapaian yg jauh tertinggal dibandingkan dengan anak2 yg gemar membaca. tapi bagiku, ini sudah kemajuan besar.
    Di era banjir tayangan youtube dan game online, mengajak mereka membaca itu tantangan tersendiri.

    ReplyDelete
  3. setuju mbak, dengan read aloud, anak anak bisa lebih tertarik untuk membaca buku
    nggak hanya itu, membaca buku dgn metode read aloud ini punya banyak manfaat

    ReplyDelete
  4. happy banget aku sekarang ini semenjak tau Let's Read Indonesia memiliki begitu banyak cerita bergambar dan tentunya ini gratis. Hehehehee... Tapi aku belum pernah mencoba membaca cerita degnan suara yang nyaring.

    ReplyDelete
  5. Penasaran banget sama Ibu Rossi saat membaca nyaring.
    Sungguh zaman sekarang sangat terbantu sekali dengan adanya aplikasi Let's Read ini. Sehingga anak tetap mencintai literasi namun dengan cara masa kini, digitalisasi.

    ReplyDelete
  6. dengan membacakan buku cerita pada anak dengan metode read aloud ini membantu anak memahami cerita yang dimaksud dan bisa menstimulasi tumbuh kembangnya juga

    ReplyDelete
  7. Kalau kita sering membacakan cerita ke anak dengan cara membaca nyaring bisa saja anak jadi ketagihan membaca ya dan keinginan untuk main game di hp berkurang

    ReplyDelete
  8. Nah .. yang perlu dimiliki adalah: kemampuan menafsirkan dan memahami isi teks, menarik kesimpulan dari bahan yang dibaca, dan kemampuan memahami konteks bacaan. Pe er banget ini dan baru sadar saya rupanya read aloud bisa mengantarkan anak kepada kemampuan2 itu.

    ReplyDelete
  9. Read loud akhirnya membuat anak terangsan g untuk belajar membaca. Keren sih ini mbak. Jadi anak pun udah terbiasa juga membaca buku.

    ReplyDelete
  10. 5 - 15 menit ya mba, padahal nggak lama, kadang alasan sibuk dan lain hal.
    Noted buat aku juga nih, pas anak ke-3 rasanya udah luar biasa bacain buku itu mewah bgt, kadang udah ketiduran pas boboin anak bontot alhasil anak kedua dibacain buku sama anak pertama heuehe..
    Lets read yaaa, aku pernah instal, kayaknya ceritanya nambah banyak yaaa

    ReplyDelete
  11. Betul sekali ya mbak, gak butuh banyak waktu cukup 5-15 menit buat bacain cerita aja bikin anak happy banget.
    Suka sekali sama webinar kmrn jd banyak insight mengenai sebaiknya bagaimana read aloud dan manfaatnya yg ternyata sangat ok buat anak.

    ReplyDelete
  12. Kalau mau anak suka baca buku berarti kitanya juga harus mengajarkan dan mencotohkan juga ya supaya mereka melihat dan mencotohnya juga. Lewat aplikasi Let's Read orangtua terbantu nih karena ada banyak bahan bacaan yang bisa dibacakan sama anak

    ReplyDelete
  13. Let's Read ini memudahkan kita untuk membaca nyaring di mana aja, bahkan saat traveling. Pilihan ceritanya juga banyak dan bagus-bagus.

    ReplyDelete
  14. Bermanfaat sekali emang membaca nyaring ini saya udah merasakan manfaatnya dari anak2. Alhamdulillah mereka menikmati juga dengan membaca nyaring

    ReplyDelete
  15. Jadi bisa bahan refernsi ya mba aplikasi Let's Read handphone-nya bisa tambah jadi sumber belajar bahasa asing Dan daerah seneng banhet aku krn bhs Sunda jadi Ada solusinya juga

    ReplyDelete
  16. terkadang pengalaman masa kecil bisa menjadi kebiasaan di masa depan ya mbak. saya juga alhamdulillah suka didongengin sama nenek, jadi terbiasa mendengarkan cerita, terus papa juga suka banget membawakan buku sepulang dari bekerja, meski beliau tidak membacakan kepada kami, tapi kami jadi suka membaca karenanya.

    ReplyDelete
  17. Ah, jadi semangat untuk membacakan nyaring ke anak lagi
    Tahapannya sudah diberikan di atas dengan lengkap
    Aku ikuti ya...

    ReplyDelete
  18. Jadi buat numbuhin minat baca anak, dari kita sebagai ortu juga harus mencontohkan suka baca atau minimal sering bacain buat anak ya mbak. Keren sih sekarang ada Let's Read, nggak perlu keluar rumah buat ke perpustakaan lagi, karena sekarang ada perpus digital yang koleksi bukunya banyak, bisa diakses kapan aja dan di mana aja.

    ReplyDelete
  19. Allhamdulillah dapet ilmu banget soal membaca nyaring nih, aku juga sedang belajar mendongeng buat anak nanti nih mbak. Lets read ini bikin aku hepi, soalnya bisa diakses juga tanpa kuota

    ReplyDelete
  20. Bener banget mb, karena membaca itu masalah habit. Kalau nggak dikenalkan dari kecil, gimana bisa gemar membaca ya..tapi ini acara dari lets read ini menginspirasi banget. Mengajak ortu untuk kreatif mengenalkan buku. Salah satunya dengan read load

    ReplyDelete
  21. Ternyata, sebelum membaca ada tahapan persiapannya juga, ya. Aku baru tahu soal ini. Terimakasih sharing nya, ya, Mak 😃

    ReplyDelete
  22. Membaca keras emang banyak manfaatnya.. Terbukti aku sendiri dan anak-anak hehe.. Sejak kecil dibiasakan baca keras.. sampe sekarang mereka masih suka banget baca... dan gak ragu untuk bertanya kalo ada istilah yang gak ngerti

    ReplyDelete
  23. Memang lebih menarik ya mba klo dengerin cerita dengan irama dan intonasi. Gak flat gitu aja. Tapi susaaahhhh. Pengen deh bisa bacain cerita dengan intonasi dan irama beragam

    ReplyDelete