-->

Review Kdrama (Part 2) : The World of the Married

Mei 19, 2020

The World of the Married

Ini kali pertama saya tulis review sampai dua artikel. Di postingan kali ini saya ingin lebih banyak membahasa interpretasi pribadi tentang karakter para tokoh.

Sebelumnya, baca dulu sinopsis dan review The World of the Married di artikel sebelumnya ya.

The World of the Married

The World of the Married adalah kisah rumit yang melibatkan pribadi-pribadi yang rumit.

Saat drama ini tayang, banyak orang menuliskan interpretasi mereka tentang para tokoh. Sayangnya menurut saya, banyak yang masih menilai tokoh-tokoh drama ini dengan hitam putih. Si A jahat dan si B baik. Padahal menurut saya nggak gitu.

Semua tokoh sama-sama punya kontribusi dalam kekacauan itu. Jadi, menurut saya semua tokoh sama jahatnya dan sama baiknya. Tak ada iblis yang harus disalahkan dan tak ada malaikat yang perlu dibenarkan.

Dan inilah interpretasi saya tentang karakter para tokoh di The World of the Married

Ji Sun Woo 

The World of the Married
Kita semua bisa mengerti betapa sakitnya dikhianati. Tapi sayangnya Sun Woo yang berpendidikan tinggi dan independen ternyata tak sedewasa itu menyikapi pengkhianatan. Ia terlalu melekat pada gambaran tentang keluarga harmonis.

Saya rasa kisah masa lalunya yang harus kehilangan orang tua dalam kecelakaan, dan rumor tentang ayah yang berselingkuh membuatnya trauma. Sehingga dia mati-matian mewujudkan keluarga harmonis yang diidamkan. Akal sehatnya goyah saat tahu pernikahan yang dibangun dan dipertahankan dengan susah payah ternyata rusak oleh pengkhianatan Tae Oh. Maka menyakiti dan menghancurkan Tae Oh adalah pelampiasan kemarahan yang masuk akal.

Tapi justru kemarahan itu yang membuatnya kehilangan akal sehat dan melakukan balas dendam membabi buta, tindakan yang persis sama seperti yang dilakukan ibunya dahulu. Sampai-sampai dia lupa, bahwa keputusannya menghancurkan Tae Oh malah jadi boomerang yang menghancurkan Joon Yeong.

Waktu Sun Woo memprovokasi Tae Oh untuk memukulinya, saya sungguh nggak habis pikir. Saya merasa Sun Woo adalah ibu yang mengerikan.

Ibu macam apa yang tega memanfaatkan anaknya untuk balas dendam pada suami gitu?

Apa dia nggak sadar perbuatanyya itu bisa meninggalkan trauma buat anaknya?

Untung, di episode 15, ia tersadar. Pengalaman nyaris mati membuat akal sehatnya kembali dan menyesali tindakannya yang juga merusak Joon Yeong. Bersyukur banget akhirnya Sun Woo bisa move on, menyembuhkan sakit hatinya dan kembali menjalani hidup dengan baik.

Lee Tae Oh 

Review & Sinopsis : The World of the Married
Ini dia si biang kerok dari kekacauan di Gosan. Satu-satunya tokoh yang paling saya benci di drama ini, ya jelas laki nggak guna ini.

Ini laki macam lintah. Hidup menempel pada inang, mengisap darah sampai kenyang lalu pergi dan bersiap mencari mangsa baru. Seram betul.

Tae Oh adalah gambaran nyata lelaki bodoh yang merusak dunia. Laki yang cuma bisa menjual mimpi dengan mulut manis, tapi lalu hidup enak dengan menumpang pada perempuan.

Jelas, Tae Oh adalah produk gagal dari orang tua yang nggak bisa menyelesaikan masalah dengan baik. Ayah Tae Oh selingkuh dan meninggalkan anak istri begitu saja. Sementara ibunya, membesarkan Tae Oh dengan menanamkan kebencian pada ayahnya.

Tae Oh adalah cerminan pribadi yang nggak tuntas. Selalu insecure dan memilih lari saat menghadapi masalah. Usianya boleh dewasa tapi pemikirannya sama sekali nggak dewasa. Terbukti di akhir cerita, hidupnya kacau balau tanpa sokongan perempuan.

Hati-hati ya, banyak banget lelaki model begini di kehidupan nyata.

Yeo Da Kyung 

Bukan simpati, tidak juga benci. Tapi saya kasihan dengan Da Kyung.

Review & Sinopsis : The World of the Married

Iya sebagai pelakor, dia salah. Dengan sadar diri berhubungan dengan suami orang memang salah. Tapi saya melihat Da Kyung sebagai perempuan naif yang jadi makanan empuk buat predator macam Tae Oh.

Coba dipikir, perempuan cantik bertalenta dan berasal dari keluarga terpandang seperti Da Kyung harusnya bisa mendapat kehidupan yang lebih baik tanpa perlu terlibat hubungan ruwet dengan Tae Oh.

Tapi kenapa dia memilih jadi pelakor dan dihujat sana sini?

Jawabannya karena cinta.

Aiih geli nggak sih dengarnya. Tapi ya gitu kan, Tae Oh mendekati dan menarik simpatinya dengan cerita sedih bahwa kehidupan pernikahan dengan Sun Woo hambar. Tae Oh merasa tak dihargai oleh Sun Woo yang terlalu dominan.

Malah Tae Oh bilang dia nggak bergairah bercinta dengan Sun Woo, semua hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai suami. Padahal.....preeet.

Review & Sinopsis : The World of the Married

Hati-hati lho, jurus Tae Oh ini juga sering banget dipakai oleh laki-laki dalam kehidupan nyata. Da Kyung jatuh cinta dengan mulut manis dan sikap lembut Tae Oh. Dia mengira sudah jadi pahlawan yang menyelamatkan Tae Oh dari perangkap istri yang otoriter. Padahal nyatanya justru dia jadi orang yang merusak mimpi Sun Woo.

Harusnya Da Kyung sadar, once a cheater always a cheater. Pengkhianat memang nggak bisa dikasih kepercayaan, bakal ngelunjak! Terbukti kan, setelah menikah Da Kyung justru merasa insecure. Ia dibayang-bayangi kehadiran Sun Woo dan menganggap Sun Woo sebagai teror. Padahal emang suami dia aja yang gatel!

Review & Sinopsis : The World of the Married

Menyadarkan Da Kyung yang jatuh cinta itu nggak mudah. Sun Woo dan Yeo Byung Gyu, ayah Da Kyung sampai harus kerjasama buat menyadarkan Da Kyung kalau Tae Oh itu toxic banget.

Bersyukur banget, akhirnya Da Kyung bisa membuat keputusan yang tepat dengan meninggalkan Tae Oh. Setidaknya dia belum rugi terlalu banyak lah. Jadi masih ada kesempatan buat Da Kyung memulai hidup yang lebih baik tanpa harus makan hati dan terikat dengan laki-laki macam Tae Oh. 

Review & Sinopsis : The World of the Married

Review & Sinopsis : The World of the Married

Tapi, pernikahan bersama Tae Oh memang meninggalkan trauma tersendiri di hati Da Kyung. Bahkan di episode akhir, saat terlihat ada seorang lelaki yang menunjukan ketertarikan padanya, Da Kyung enggan merespon. Ia memilih pergi. Saya anggap ini simbol bahwa pengalaman traumatisnya dengan Tae Oh membuatnya enggan memulai hubungan lagi.

Lee Joon Yeong 

Joon Yeong bukan korban perceraian. Joon Yeong adalah korban pertarungan mengerikan dan keegoisan orang tuanya.

Review & Sinopsis : The World of the Married

Jujur, paling ngenes lihat Joon Yeong sih. Walau banyak warga net yang ikut mencemooh dia, saya bisa mengerti betapa hancurnya perasaan Joon Yeong.

Cobalah bayangkan, anak remaja harus mengalami perubahan hidup yang sedrastis itu. Bagaimana dia nggak limbung?

Ayah yang dipuja ternyata pengkhianat dan memilih pergi dengan kekasih gelapnya. Ia merasa tak lagi dicintai. Sementara ibunya, berusaha membalas dendam dengan memanfaatkan dirinya.

Kalau saya jadi Joon Yeong, saya juga bakal ngerasa benci dan jijik dengan kelakuan orang tua begitu. Sayangnya sebagai remaja yang labil, Joon Yeong nggak tahu cara yang tepat untuk melampiaskan emosinya. Jadilah ia pemarah, mencuri dan pembangkang. Ini bentuk protesnya pada keadaan.
Review & Sinopsis : The World of the Married

Saya nggak bisa menyalahkan Joon Yeong atas semua kenakalannya. Memangnya bisa apalagi? Jangan coba-coba deh mengharapkan Joon Yeong bersikap dewasa sementara orang tuanya saja kekanak-kanakan gitu.

Bahkan di akhir, melihat ayah yang merusak kehidupannya bersikap menyedihkan dengan memohon ampun dan minta kembali gitu, boro-boro merasa tersentuh. Yang ada malah tambah muak. Makin kecewa lagi, karena saat ayahnya mencoba bunuh diri didepannya, ibunya malah terlihat masih terikat dengan ayahnya.

Review & Sinopsis : The World of the Married

Saya maklum dengan sikap Joon Yeong yang langsung melarikan diri. Dia mungkin takut ibunya bakal luluh. Ia mungkin takut pengkhianatan ayahnya bakal terulang lagi, sehingga ia ditempatkan lagi dalam posisi sulit. Kasihan Joon Yeong.

Kisah cinta Go Ye Rim dan Son Je Hyuk 

Ini adalah side story yang nggak kalah bikin saya baper. Go Ye Rim (Park Sun Young) dan Son Je Hyuk (Kim Young Min) menikah karena perjodohan orang tua. Tampak luar kehidupan pernikahan keduanya memang kelihatan normal.

Review & Sinopsis : The World of the Married

Je Hyuk adalah konsultan keuangan dengan pendapatan yang stabil. Sementara Ye Rim mengabdikan diri untuk mengurus rumah tangga dan menyediakan semua kebutuhan suaminya.

Ye Rim tahu Je Hyuk bukan lelaki setia. Selain menyimpan perasaan khusus pada Sun Woo, tetangga mereka, Je Hyuk juga bolak balik selingkuh dengan sembarang perempuan. Ye Rim merasa kehadiran anak mungkin bisa membuat keluarganya lebih harmonis. Tapi Je Hyuk menolak. Ia tak siap dengan tanggung jawab sebagai orang tua.

Sebagai istri, Ye Rim memang luar biasa sabar. Bahkan saat ia tahu Je Hyuk menghabiskan malam dengan Sun Woo, ia masih berusaha mempertahankan pernikahan.

Review & Sinopsis : The World of the Married

Tapi kesabaran Ye Rim akhirnya mencapai batas. Muak dengan perselingkuhan suaminya, ia memutuskan untuk cerai. Di saat yang sama, Je Hyuk malah tersadar bahwa ia membutuhkan Ye Rim dalam hidupnya. Je Hyuk juga sudah bersiap untuk memiliki anak dengan Ye Rim.

Tapi apa mau dikata, pencerahan yang didapat Je Hyuk datang terlambat. Ye Rim yang muak dengan perselingkuhan suaminya, mengusir Je Hyuk dari rumah mereka. Bajunya dilempar keluar. Waah epik banget sih drama pengusiran Je Hyuk ini.

Pengin banget ngatain Je Hyuk, “Syukurin lo, dari kemarin istri setia di sia-sia gitu. Sekarang kena batunya kan?!” Tapi abis tu lihat muka Je Hyuk yang nelangsa jadi nggak tega juga.

Review & Sinopsis : The World of the Married

Kadung cinta dengan Ye Rim, Je Hyuk tak mau berpangku tangan. Dia mencoba merebut hati Ye Rim kembali. Kali ini dengan cara yang lebih manis. Tiap hari, ia menyambangi rumah Ye Rim, mengajaknya kencan lagi. Je Hyuk mulai memperhatikan kesukaan dan kebiasaan kecil Ye Rim. Seperti saat Ye Rim kesakitan, ia membawakan tiramisu kesukaan istrinya itu.

Perhatian kecil Je Hyuk membuat Ye Rim luluh. Mereka sepakat untuk mulai berkencan dan saling mengenal lagi. Scene-scene saat pasangan ini pacaran lagi, lumayan bikin baper sih. So sweet banget soalnya.

Kelihatan banget Je Hyuk makin cinta dengan Ye Rim. Keduanya kelihatan sangat bahagia, saya jadi ikut senang.

Review & Sinopsis : The World of the Married

Saat penonton dibawa bahagia oleh kisah percintaan mereka, writer-nim ternyata punya keputusan lain. Ditengah kebahagiaan mereka, Ye Rim ternyata masih dibayangi pengkhianatan Je Hyuk di masa lalu. Hatinya mulai was-was, pikirannya tak tenang dan terus mencurigai Je Hyuk.

Saat ia memeriksa ponsel Je Hyuk karena curiga suaminya mulai selingkuh lagi, Ye Rim tersadar bahwa ia tak bisa menghapus ingatan tentang perselingkuhan Je Hyuk di masa lalu.

Review & Sinopsis : The World of the Married

Meski Je Hyuk kini sudah tobat dan mencintai Ye Rim sepenuhnya, Ye Rim memutuskan untuk tetap berpisah. Ia tak ingin hidup dan menjalani pernikahan dengan bayang-bayang perselingkuhan. Hal itu menyiksa hidupnya.

Inilah alasannya mengapa saya sangat menyukai karakter Ye Rim. Meski ia terlihat seperti perempuan lemah yang banyak mengalah, justru sebenarnya dia lah yang paling tangguh dan hebat dalam The World of the Married.

Ye Rim jauh lebih hebat dari Sun Woo yang sampai akhir pun masih tak bisa lepas dari Tae Oh. Ye Rim dengan kepala tegak memilih meninggalkan Je Hyuk agar bisa membuka lembaran hidup baru yang lebih tenang.

Perpisahan Je Hyuk dan Ye Rim kelihatannya memang jalan terbaik bagi keduanya. Ye Rim yang memulai usaha kafe mulai menimati kehidupan barunya. Sementara Je Hyuk, yang memang pada dasarnya nggak bisa hidup tanpa perempuan, sudah menemukan tambatan hati baru.

Di scene akhir, diperlihatkan Je Hyuk yang tercenung menatap tiramisu, sepertinya sampai kapan pun kisah cintanya dengan Ye Rim akan selalu tersimpan di hati. Setidaknya itu jadi pelajaran berharga buat Je Hyuk supaya bisa lebih menghargai perempuan. Iya kan?

Review & Sinopsis : The World of the Married

Walau banyak yang nggak puas dengan ending The World of the Married karena dianggap nggak tuntas, saya punya pendapat berbeda. Inilah ending paling realistis dari drama yang menguras emosi ini.

Ending dari The World of the Married adalah berakhirnya kehidupan pernikahan semua tokohnya. Yup there’s no more marriage.

Iya dong, karena semuanya berakhir dengan status single, apalagi yang bisa diceritakan dari kehidupan married couple?

Kesimpulannya, pernikahan memang sebuah proses panjang yang nggak bisa diwujudkan hanya dengan cinta. Pernikahan butuh komitmen kedua belah pihak. Pernikahan butuh peran yang setara antara suami dan istri. Dan yang paling penting, pernikahan butuh kepercayaan.

Semoga dari drama ini kita nggak cuma bisa marah-marah sambil bikin status di medsos, tapi juga bisa belajar banyak tentang kehidupan.

Semoga jadi tambah tahu ya.

You Might Also Like

23 comments

  1. Awal2 lihat Je Hyuk, aku selalu keinget bapaknya U Pil di CLOY :))
    Jadi rada ngga rela gitu, kalo pria selembut doi kok berubah drastis jadi tukang slengki :P

    BalasHapus
  2. Aku tuh gemes banget sama drama Korea yang satu ini, nonton cuma sampai episode 6 saja dan males lanjut lagi. Tapi emang disini dr. Ji berasa lemah banget sih dan dari drama ini banyak banget yang bisa diambil untuk pelajaran sih.

    BalasHapus
  3. aku amazed sama diri sendiri hahahha nonton serial ini sampai habis dan bisa tahan diri gak share di sosmed tiap abis nonton di setiap episodenya dan.. gak kebawa baper hahah ruaarr biasa.

    BalasHapus
  4. Yes it takes two to tango!
    Begitulah seharusnya pernikahan.
    Pasangan harus saling membutuhkan.
    Tidak ada satu pihak yang merasa paling mencinta atau dicinta.
    Harus seimbang.
    Begitu, menurutku!

    ... dan ada banyak hal yang mesti dilakukan agar pasutri tetap harmonis dan romantis!

    BalasHapus
  5. Aku belum liat tuntas, cuma beberapa episode trus langsung ke episode terakhir sudah cukup menguras air mataku haha..Drakor emang pinter banget ya menghanyutkan perasaan. Banyak insight juga yang didapat tentang arti kehidupan..

    BalasHapus
  6. Aku udah nonton ini ampe episdode ke 14. Sengaja sih agak lama-lamain biar penasaran. Hahahhaa. MMnurutku drama ini emang apik. Pemainnya juga profesional

    BalasHapus
  7. Iya aku malah menanggapi positif dengan ending di episode 16 ini. Lebih realistis dan tidak terlalu didramatisir banget. Tapi karena tiap tokoh masih nanggung sisi kehidupannya, jadi menunggu ada season 2nya.

    BalasHapus
  8. Belom sempet nonton film ini aku tapi karena viral udah banyak yang spoiler jalan ceritanya gitu ya...aku blm sempet nonton

    BalasHapus
  9. Ini satu2nya drakor yang meruntuhkan pendirianku dan akhirnya kutonton selama WFH hahaha. Soalnya selama ini pusing nonton drama panjang2, kalau drma aJepang paling ya 10 pol. Yaaa emang agak gemes sih udah misah masih aja ada problem. Karakter favoritku jga Yerim mbak, walau aku tuh sbnrny pengen mereka rujuk haha, tapi yaweslah namanya jg jodoh gak jodoh :D

    BalasHapus
  10. Setuju bngt mba pernikahan memang sebuah proses panjang yang nggak bisa diwujudkan hanya dengan cinta. Pernikahan butuh komitmen kedua belah pihak. Pernikahan butuh pengertian Dan komunikasi Juga kejujuran yg utama

    BalasHapus
  11. Jarang2 nonton drakor..ini salah satu yang aku ikuti. Tapi lewat tipi ajah jadi belom tahu endingnnya nih.. Tahunya dari ulasan manteman ajah..

    BalasHapus
  12. Ku suka ulasannya walau bukan penonton drakor. Ketika yang lain dibuat emosi jiwa sama si Pelakor, Wiwied ngajak pembaca buat melihat dari sudut pandang lain. Jangan-jangan dalam kasus berbeda kita juga berkontribusi bikin orang lain jahat. Huhuhu amit-amit

    BalasHapus
  13. Mba..panjang aja wkwk btw jadi pas bulan puasa kemarin aku sempet nengokin suamiku ymtenryata doi diam2 nonton film ini katanya rekomen bapak2 yg lain astagah aku ngakak krn aku aja ga tau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa amouun bapak bapak juga nonton Mbak? Pantesan ya ratingnya tinggi ini film.

      Hapus
  14. Aku juga nonton ih udah khatam waktu itu nonton on going :)
    Aku sebel waktu ibunya Tae Oh mina dokter Ji mempertahankan Tae Oh , sebeeel banget tega banget ih padahal anaknya yang salah

    BalasHapus
  15. Wah.. Kita nulis topik yg sama ternyata.. Wkwk..

    Jujur awal nonton drama ini aku nebak ini kek doctor foster itu mba. Ternyata pas ep 6 udah out dia. Suka dah sama drakor ini. Banyak banget pembelajaran dr sini

    BalasHapus
  16. Drakor Twom ini sungguh viral ya, aku yang nggak pernah ngikutin jadi tahu dikit ceritanya. Da Kyung kayaknya malah jadi pelakor yang menarik simpati, karena smart. Meski banyak juga yang benci setengah mati, hihii

    BalasHapus
  17. Selama nonton beberapa eps awal drama ini (yang berakhir mangkrak, karena aku lemah dalam hal hubungan percintaan yang terlalu rumit), aku paham bagaimana perasaan seorang lelaki yang istrinya terlalu independen.

    Memang di sini dikisahkan Sun Woo adalah istri yang tegas dan mandiri.
    Tapi, ada kalanya sisi keperempuannya harus dimunculkan gitu.

    Bener-bener...terlalu independen membuat lelaki merasa tidak dibutuhkan lagi.

    BalasHapus
  18. Oalaah ada ya yang sampe marah-marah di medsos gara-gara film ini? Aku bukan penggemar drakor sih jadi enggak tau banyak soal seperti ini. Tapi aku senang membaca review teman-teman tentang drakor, jadi ikutan update tentang film apa saja yang sedang digemari dan inti dari ceritanya, plus juga pembelajaran hidup yang ada di dalamnya.

    BalasHapus
  19. ini drakor penomenal kan yah, kuliat iklannya ada juga tayang di Tv nasional, tai aku belum nontonnya mba, hahaha. ma kasih ya reviewnya nih

    BalasHapus
  20. Drakor yg bikin penasaran nih krn ngehitsnya. Pengen nonton di trans tp jam tayanganya pas anak2 melek jd susah heuheu

    BalasHapus
  21. Seru ya drakor ini banyak dibahas di blog dan medsos bikin penasaran tp sy ga berani nonton takut ga bisa berhenti hehehw

    BalasHapus
  22. Aku gak belum berani nonton drama satu ini, takut mengganggu psikisku, karena suatu hal. Wakakak, mungkin pan kapan kalo dah gak rame jadi pembicaraan. Hahahaha

    BalasHapus