-->

Review : Minyak & Sabun Tanamu Tanami

Agustus 14, 2019

review minyak dan sabun tanamu tanami

Tanamu Tanami ini terhitung masih saudara dekat dengan Minyak Kutus-Kutus. Dan kalau ngomongin Minyak Kutus-Kutus, saya rasa pasti sudah banyak yang tahu lah ya. Atau setidaknya mungkin sudah pernah mendengar karena promo dari para agen penjualnya lumayan massif di timeline media sosial.

Nah, kalau Minyak Kutus-Kutus itu, konon lebih berkhasiat untuk kesehatan, si saudara dekatnya yaitu Minyak Tanamu Tanami ini, diklaim dapat mengatasi berbagai masalah kulit. Singkatnya Minyak Tanamu Tanami ini berkhasiat untuk kecantikan.

Saya sendiri sudah jadi pengguna Minyak Kutus-Kutus sejak lebih dari setahun lalu. Awalnya sih ikut coba-coba karena disarankan oleh Bapak. Lha kalau Bapak sendiri, katanya sih kenal Minyak Kutus-Kutus dari tawaran teman di whatssapp grup.

Waktu itu sempat meremehkan juga sih. Soalnya namanya kan aneh, masa minyak gosok dikasih nama kutus-kutus. Nggak keren babar blas. Tapi ternyata setelah dicobain, dan merasakan efeknya ternyata malah jadi ikut ketagihan juga. Hahahaha

Nah, waktu beli Minyak Kutus-Kutus itu, penjualnya juga sempat mempromosikan Minyak Tanamu Tanami dan sabun produksi Tamba Waras lainnya. Mereka punya dua varian sabun, yang dibuat dari ampas pembuatan minyak. Dan karena harga minyak tanamu cukup mahal, Rp 325.000. Saya nggak mau ambil resiko.

Iya kalau cocok. Nah kalau nggak? Kan berasa rugi banget. Mana mereka cuma punya satu pilihan kemasan, 100 ml. Mending kalau tersedia travel size gitu kan bisa cobain dulu. Ya kan?

Jadi saya coba beli sabunnya dulu deh. Harga Sabun Tanamu Tanami sebenarnya juga nggak bisa dibilang murah sih. Satu bar sabun itu dihargai Rp 75 ribu. Mahal ya kalau dibandingin ama sabun lain?

Tapi baunya menurut saya enak. Bau rempah gitu. Jadi kalau dipakai mandi lumayan bikin rileks juga. Dan efek sampingnya ternyata sabun ini juga bikin kulit kaki saya yang waktu itu lagi kering dan pecah-pecah parah banget jadi balik lembab dan halus. Canggih kan?

Padahal masalah kulit kaki itu sudah saya alami lumayan lama lho. Ada kali enam bulanan. Sudah dioleskan beraneka macam rupa foot cream juga nggak banyak perubahan. Eh, ternyata sembuhnya gegara pakai Sabun Tanamu Tanami.

Pengalaman pakai Sabun Tanamu Tanami inilah yang akhirnya bikin saya penasaran pengin coba Minyak Tanamu Tanami juga. Kebetulan, saya beli minyak ini di Juli 2019 lalu pas ada promo, beli Minyak Tanamu Tanami dapat gratis sabunnya. Jadi sudah langsung satu paket gitu.

Nah karena udah dapet satu paket gitu rasanya sayang kan kalau nggak direview. Siapa tahu bermanfaat buat yang lain. Iya kan?

Disclaimer : Artikel ini bukan sponsored post dan saya tulis apa adanya berdasarkan pengalaman pribadi setelah 3 pekan penggunaan. Hasil pada tiap orang bisa saja berbeda-beda tergantung masalah dan jenis kulit. Kulit saya tergolong normal to oily dan tidak memiliki masalah jerawat. Concern kulit saya justru masalah aging atau penuaan yaitu flek hitam dan kerut. 

Minyak Tanamu Tanami 

Kemasan 

Kemasan Minyak Tanamu Tanami nyaris tidak ada bedanya dengan Minyak Kutus-Kutus. Hanya berupa botol plastik berukuran 100 ml dengan tutup ulir aluminium. Untuk keterangan nama brand, komposisi dan cara penggunaannya dituliskan pada stiker yang membalut botol. Cukup sederhana ya.
minyak tanamu tanami

Sementara itu untuk kemasan luarnya berupa box dengan desain khas dan dominasi warna hijau lumut. Oh iya, kemasan Minyak Tanamu Tanami juga dilengkapi dengan tutup spray. Kita bisa mengganti tutup ulir dengan spray supaya lebih mudah saat mengambil isi produk.


Komposisi 

Dari beberapa review dan klaim yang ditulis agen penjualnya disebutkan bahwa bahan utama Minyak Tanamu Tanami ini adalah minyak biji nyamplung atau minyak tamanu. Pada sejumlah artikel bahkan tertulis komposisi minyak nyamplung pada Minyak Tanamu Tanami ini mencapai 50%, lalu ditambah minyak dari rempah-rempah lain.

Tamanu oil sendiri sempat hype dikalangan para beauty guru karena khasiatnya yang konon lebih baik daripada argan dan roseship oil. Itu sebabnya harga tamanu oil juga tidak murah. Lalu bagaimana dengan Minyak Tanamu Tanami?

Pada kemasan box dan botolnya tertulis jelas komposisi minyak.
Dari daftar itu tertulis jelas ya bahwa bahan dominan dari Minyak Tanamu Tanami ini adalah Zingiber Officinale Rhizoma atau Jahe. Diikuti oleh Curcuma Domesticae Rhizoma alias Kunyit. Ditambah Piper Betle Folium (Sirih), Oleum Oleae Europeae (Minyak Zaitun), Oleum Cocos (Minyak Kelapa) dan yang terakhir barulah Oleum Calophyllum (Minyak Nyamplung).

Menilik dari komposisi bahannya, rasanya kok nggak tepat ya kalau dibilang bahan utama Minyak Tanamu Tanami adalah Tamanu oil. Lha wong tiap 100 ml, tamanu oilnya hanya 0,214 ml.

Wah jadi merasa agak terjerumus dengan promonya nih. Pun begitu, dari komposisi bahan itu kita juga bisa melihat ya bahwa bahan-bahan yang dipakai memang murni ekstrak rempah tanpa tambahan bahan sintetis.

Yah, mudah-mudahan memang begitu.


Klaim 

Berdasarkan klaim khasiat yang tertera pada kemasannya, Minyak Tanamu Tanami ini diklaim dapat membantu memelihara kesehatan kulit, membantu melembutkan kulit, dan membantu proses penyembuhan luka ringan.

minyak tanamu tanami


Aroma dan Tekstur 

Teksturnya ya seperti kebanyakan minyak sih. Warnanya kuning kehijauan, dan berhubung minyak ini merupakan herbal murni jadi konsistensi warnanya tidak bisa sama persis tiap produknya. Bisa jadi lebih warnanya lebih pekat atau sebaliknya lebih terang.

Aroma Minyak Tanamu Tanami ini menurut saya masuk kategori wangi rempah sih. Harum tapi agak pedas gitu. Tipikal wangi minyak gosok lah. Buat yang nggak terbiasa dengan aroma minyak balur atau minyak gosok mungkin bakal terganggu. Tapi buat saya yang terbiasa dengan aneka minyak-minyak tradisional, bau Minyak Tanamu Tanami ini terhitung lembut harumnya. Nggak terlalu menyengat di hidung.


Cara Pakai 

Saya pakai Minyak Tanamu Tanami sebagai face oil dalam skincare routine di malam hari. Cara pakainya juga biasa, cukup dioleskan di wajah sambil dipijat ringan.

Sabun Tanamu Tanami 

Kemasan 

Dikemas dalam kardus yang terkesan cukup kokoh karena agak tebal. Desain kemasan kardusnya juga setipe dengan minyak tanamu, tanami dan Minyak Kutus-Kutus dengan dominasi warna kuning kehijauan. Desainnya cukup simple.

sabun tanamu tanami
Hanya ada nama produk di bagian depan dan keterangan bahan dan produsen di bagian belakang. Sabunnya sendiri dibungkus dengan plastik dan ditempel sticker.

sabun tanamu tanami

 

Aroma dan Tekstur 

Wujudnya ya selayaknya soap bar homemade. Agak empuk, berwarna coklat kehitaman dan ada seperti ampas rempah di dalam sabunnya. Jadi saat dipakai di kulit seperti ada scrub, terasa agak kasar. Kalau untuk aromanya sih menurut saya enak, seperti bau rempah/jamu.

sabun tanamu tanami

Oh iya, berhubung sabun ini lumayan cepat lumer kalau terkena air atau diletakkan di tempat lembab. Makanya sebelum dipakai, sabun ini saya potong-potong dulu. Saya pakai sabun ini hanya untuk  wajah, pemakaiannya jadi lumayan hemat. Mungkin nanti bisa untuk dua bulan.


Cara Pakai 

Kalau nggak nyaman dengan tekstur sabunnya yang agak kasar, sabun bisa dibusakan dulu di tangan. Baru setelah itu busanya disapukan dibagian wajah atau tubuh yang ingin dibersihkan. Tapi kalau tidak masalah dengan teksturnya, ya bisa dipakai seperti pakai sabun biasa. Setelah itu diamkan beberapa saat, sambil dipijat-pijat, lalu bilas dengan air

My Impression 

Di kulit saya yang normal to oily, Minyak Tanamu Tanami butuh waktu lumayan lama untuk meresap, sekitar 3 sampai 5 menit. Padahal, pemakaiannya juga tidak terlalu banyak, hanya satu hingga 2 spray saja. Itu sebabnya saya nggak menyarankan memakai minyak ini di pagi atau siang hari. Lebih enak dipakai di malam hari saja, jadi bisa langsung dipakai tidur.

Sementara itu, untuk Sabun Tanamu Tanami saya pakai dua kali sehari, setiap pagi setelah bangun tidur dan malam hari menjelang pemakaian mnyak tanamu tanami.

Oh iya, saat awal pemakaian minyak, kadang suka berasa clekit-clekit gitu terutama di bagian kulit yang kering seperti di sekitar hidung dan area bawah mata. Pada pekan pertama saya nggak merasa banyak perubahan pada kulit. Malah sempat ada jerawat sebiji, karena pas berdekatan dengan waktu menstruasi. Tapi tetap lanjut terus sih pakai minyak dan Sabun Tanamu Tanaminya. Untungnya jerawatnya hanya bertahan dua hari. Di hari kedua, sudah langsung kempes dan di hari ketiga tinggal bekas jerawat yang bahkan tidak terlalu kentara.

Efek minyak dan Sabun Tanamu Tanami ini mulai terasa di pekan kedua. Kulit wajah terasa lebih lembut dan kenyal meski tidak memakai pelembab atau serum. Perpaduan minyak dan Sabun Tanamu Tanami ini memang bagus banget sih buat mengatasi tekstur wajah. Buat saya sih berasa banget kalau pegang kulit wajah jadi licin halus gitu.

Jadi kalau klaimnya membantu menghilangkan bekas jerawat sih menurut saya, ada benarnya. Bekas jerawat memang tidak terasa, karena tekstur kulit jadi halus. Saat diraba nggak terasa ada bekas jerawat. Tapi kalau dilihat langsung masih ada noda bekas jerawat, walau memang tidak terlalu jelas. 

Oh iya, satu hal lagi yang saya notice setelah memakai minyak dan Sabun Tanamu Tanami ini adalah komedo berkurang. Serius! Biasanya tiap tiga hari sekali sudah kelihatan tuh whiteheads disekitar hidung, dagu dan area bawah mata. Tapi selama pakai minyak dan sabun kutus-kutus sama sekali nggak nampak. Ada sih di sekitar hidung tapi digosok sedikit sudah langsung rontok komedonya. Dan kulit berasa halus.

Repurchase? Sepertinya iya, tapi nggak dalam waktu dekat, karena Minyak Tanamu Tanami-nya masih ada banyak banget. Sudah hampir sebulan pakai, tapi minyaknya masih ada lebih dari ¾ botol. 

Kesimpulannya, menurut saya, minyak dan sabun Tanamu Tanami ini memang bagus sih untuk perbaiki tekstur kulit. Layak buat direkomendasikan buat kalian yang punya masalah kulit kering atau banyak bekas jerawat. Cons-nya hanya di aroma rempah, yang buat sebagian orang yang tidak terbiasa mungkin akan sedikit terganggu dengan aroma ini.

Semoga jadi tambah tahu ya

You Might Also Like

20 comments

  1. Ini PENTING BANGET buat anakkuuuuu!
    Dia ABG cowok dan jerawatan parah Mbaa
    Moga cocok dgn Tanamu Tanami
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  2. Kalo minyaknya udah pake nih..dan baru tahu ada sabunnya juga...heheh...Jadi pengen coba sabunnya...

    BalasHapus
  3. minyak kutus-kutus aja aku blom sempet nyoba meski penasaran banget..
    ini aku beneran baru denger soal tamanu oil...
    sekarang lg pake (sktr 2 minggu) minyak dari Labuan Bajo gt yg juga diklaim memperbaiki kerusakan kulit... Nah emang sih kulit mukaku rasanya jd lebih moist dan saat pake make up lebih nempel gt...
    cuma baunya kayak minyak goreng yg habis dipake goreng ikan hahaha

    BalasHapus
  4. Wah, aku juga pakai kutus-kutus, sempat lihat ni tanamu, kirain obat gosok juga ternyata bisa buat muka ya,penasaran bisa mulusin dan bersihkan kaki kering dan pecah2, aku banget nih Wid huhu

    BalasHapus
  5. Belum pernah nyoba tanamu tanami ini, bau rempah nya ngengat banget ga ya?
    Itu pas diaplikasiin ke kaki yg pecah2 ada rasa perih nya ga Mbak?

    BalasHapus
  6. Mending sabun batang begini ya Mbak jadi sekalian digunakan abis mandi, gak kelupaan buat merawat muka. Aku jadi pengen beli euy.

    BalasHapus
  7. Waah jadi tertarik pakai minyak Tanamu Tanami nih Mbak. Kebetulan kulit wajah saya kering. Pakai aloe Vera korea Korea an gitu perawatan gak cocok.

    BalasHapus
  8. Oiya aku juga pakai minyak kutus2 ini loh.. Karena emang cocok sama anakku buat ngatasi batpil

    BalasHapus
  9. Wah,, boleh nih dicoba, masalah saya juga di kulit kering nih... Bisa buat pengganti cream malam ya? Kl untuk base sebelum make up bikin kinclong muka ga? Tfs mb..

    BalasHapus
  10. Aku kira tadi produk apa mba? Kalau minyak kutus kutus aku pakai bjat sekeluarga. Suka sama aromanya..kalau buat massage rasanya rileks

    BalasHapus
  11. Jujur aja aku br denger sabun dan minyak Tanamu tanami ini, minyak kutus2 juga aku blm pernah coba. Dr namanya aku agak gimanaaa gitu :)
    Dan memang yg namanya dr bahan tradisional itu biasanya ampuh ya, terutama buat ngilangin jerawat.

    BalasHapus
  12. Aku pernah pakai minyak kutus-kutus. Terasa hangat. Rempah-rempahnya kerasa. Belum pernah coba minyak dan sabun tanamu tanami. Kalau pakai sabun tanamu tanami bikin komedo bersih ya. Jadi pengen coba. Aku banyak komedo nih.

    BalasHapus
  13. Mba wied, aya baru ahu soal produk ini, namanya juga unik yah, manfaatnya kayaknya juga bagus. ternyata masih saudara ama minyak kutus-kutus

    BalasHapus
  14. ya ampun baru tahu nih saudara dekatnya kutus-kutus, iya sih harganya mayan ya ma=ba tapi kalau review mba begini aku jadi pengen cobain hahahha semoga konsisten tapi makenya

    BalasHapus
  15. Aku pernah di ceritain tetangga yang habis jatuh dari tangga dan tangannya terkilir.
    Lalu diobati pakai kutus-kutus ini...tapi ternyata ada cara penggunaannya.
    Jadi bukan asal gosok di daerah yang sakitnya langsung.

    Apakah di sini juga dilengkapi panduan penggunaan yang tepat?

    BalasHapus
  16. saya udah pakai minyak kutus-kutus-nya dan emang enak hasilnya. baca tulsian ini jadi pengen nyoba sabunnya mbak

    BalasHapus
  17. Aku baru tau juga produk ini setelah baca artikel ini. Bentuknya minyak tapi bisa menghilangkan komedo. Sayang, harganya bikin mikir hehe

    BalasHapus
  18. Aku sudah lama pakai minyak kutus-kutusnya, lumayan bkin badan pegel jadi agak berkurang. Sabunnya belom pernh coba neh mbak, jadi pengen cobain deh.

    BalasHapus
  19. Waaah terimakasiiiiih banget Wid, saya memang penasaran pengen coba tanami tanami tapi ragu ragu karena mahal. Tapi berkat review ini jadi yakin mau beli

    BalasHapus
  20. Saya ada efek samping pake minyak tanamu tanami setelah hampir 3 bulan. Ada ruam2 merah di wajah saya. Permukaannya kasar dan ngeluarin cairan gitu. Kata org salesnya mgkn gak cocok atau lagi ada pembentukan sel jaringan atau apalah itu. Disuruh berhenti pakai dulu bbrp waktu. Baru dilanjut lagi. Semoga yy lain gak kyk saya. Pdhl seblum itu kulit saya udah lumayan bagus bgt.

    BalasHapus