Cerita tentang Wayang & Narend

3:07 AM

Sebagai ibu, kadang kita merasa paling kenal dengan anak kita sendiri. Bahkan lebih kenal daripada dia sendiri. Sampai-sampai kesukaan, cita-citanya, bahkan sampai calon pasangan yang terbaik buat dia pun seolah kita yang paling paham. Halah ngelantur. Saya sendiri kadang ngerasa paling kenal Narend. Ya iyalah, sembilan bulan lebih saya mengandung dia, belum lagi mulai dari awal kehadirannya di dunia sampai sekarang, sayalah orang yang paling sering berada disampingnya. Makanya, saya rada bingung waktu tahu Narend gandrung wayang. Lah kan rada aneh ya, wong saya sendiri nyaris tidak pernah nonton wayang. Soalnya kagak ngerti bahasanya. Kalaupun kebetulan ada wayang di televisi, saya paling-paling hanya memberi tahu sekilas saat Narend bertanya. sebatas itu saja

"Itu apa ibu?"
"Itu wayang kulit. Yang mainin wayang namanya dalang."

Tapi Narend, entah persisnya sejak kapan, mulai sering bicara tentang wayang. Botol kecap dimainin, pura-puranya wayang. Kalau dia sedang menggambar dan ditanya "Gambar apa Narend?" Dia akan jawab, "Gambar wayang."


Memang, Romo Narend pencinta wayang. Maklum orang Jawa asli. Konon buyut Narend, alias kakek Si Romo merupakan dalang kondang di era-nya. Tapi Narend sendiri hampir tidak pernah bersinggungan dengan wayang sebelumnya. Kecuali melihat sekilas tanyangan wayang di televisi. Ada pengaruhnya kah?

Ah sudahlah, rasanya toh tidak terlalu penting membahas itu. Yang jelas sekarang Narend suka sekali wayang. Setiap hari, wayang jadi tontonan wajib. Gandrung wayangnya makin jadi setelah Narend dibelikan wayang mainan oleh Romo. Inilah mainan kesayangannya sekarang.

Wuaaah kalau sudah pegang wayang, gayanya sok dalang kondang. Mulutnya komat-kamit, kadang keluar juga bahasa planetnya. Bahasa wayang kata dia. Yah, maklumlah dia kan belum fasih ngomong jawa. Sehari-hari bicara bahasa indonesia. Itupun perbendaharaan kosakatanya belum terlalu banyak, dan sekarang mau meniru bahasa Jawa halus? Yang keluar ya bahasa jawa ala Narend. Orang jawa asli pun nggak ngerti maksudnya.

Meski merasa agak kewalahan, karena saya tidak punya banyak pengetahuan soal wayang, sementara Narend selalu bertanya soal wayang. Akhirnya saya ketularan Narend juga, jadi suka wayang. Lama-lama ko menarik ya. Memang sih saya belum paham bahasanya, tapi melihat aksi dalang kok lama-lama keren juga ya.


You Might Also Like

0 comments