Makanan buat ibu menyusui

1:33 AM


Ibu ibu, saya mau terus terang. Haduuh.... kayaknya serius banget yah
Ya, saya mau terus terang kalau menyusui itu bikin lapar. Nafsu makan meningkat berkali lipat. Biasa makan cukup seporsi, kalau lagi menyusui makannya kudu dua porsi lebih, masih ditambah camilan pula.

Tapi, nafsu makan segede bagong juga kadang nggak selalu bisa terpuaskan karena ada-ada aja pantangan makanan buat ibu menyusui. Ya iyalah, sebagai ibu menyusui kita kan ingin memberi yang terbaik buat anak kita. Termasuk kualitas ASI yang baik. Jadi pertanyaan soal makanan apa yang perlu dihindari selama menyusui jadi pertanyaan yang wajar banget dilontarkan oleh ibu-ibu.

Selama hamil sampai akhirnya melahirkan dan menyusui, saya dapet banyaaaak sekali masukan soal makanan yang dipantang oleh ibu menyusui. Mulai dari dilarang makan pedas, ngga boleh makan buah-buahan tertentu, ngga boleh minum minuman bersoda dan masih banyak lagi. Sebagian besar disertai dengan alasan yang kurang masuk akal. Nah, belakangan baru saya ngeh setelah baca penjelasan dari grup AIMI bahwa TIDAK ADA makanan yang wajib dihindari Ibu hanya karena ia menyusui. Kita sebagai ibu menyusui tetep boleh kok  mengonsumsi segala macam makanan dan minuman dalam jumlah yang tepat dan wajar sesuai dengan kebutuhan kita. 

Tapi dengan catatan, kita harus selalu mencermati reaksi dari si bayi, terutama jika dalam keluarga terdapat riwayat alergi. Ibu dapat saja menghindari makanan pemicu alergi seperti kacang-kacangan, seafood, atau produk dari susu, namun sekali lagi hal ini berbeda reaksinya untuk setiap anak. Yang penting, ibu menyusu harus makan mengikuti aturan pola makan bergizi seimbang agar kondisi tubuh tetap sehat selama menyusui dan agar tubuh ibu tidak tekor nutrisi. Nah, ini sekali lagi saya kutipkan penjelasan dari grup AIMI tentang makanan dan minuman untuk ibu menyusui

Makanan Pedas  

Di kultur kita kebiasaan makan pedas tidak bisa dihilangkan. Harga cabai naik aja bikin kita pusing kok ya. Ngaku aja. Nah, biasanya saat menyusui Ibu-ibu mengurangi atau menghilangkan kebiasaan ini karena khawatir bayi bakal rewel, sering kentut atau problem-problem lain akibat ‘rasa’ dan kualitas ASI yang berubah. Anggapan ini ternyata tidak memiliki bukti yang kuat. Tentang pengaruh cabai kepada ASI, rasa pedas dalam cabai timbul karena senyawa Capsaicin pada cabai membuat sensasi panas dan pedas di lidah karena kulit lidah sangat sensitif. Makanan pedas akan mengalami penyerapan dalam tubuh ibu dan zat-zat makanannya baru digunakan untuk memproduksi ASI. Walau ada ahli mengatakan kalau Senyawa Capsaicin bisa terkandung di dalam ASI, tapi tidak bisa membuat bayi merasakan pedas. Tetapi memang ada beberapa bayi alergi/sensitif ketika senyawa capsaicin ini berpengaruh ke pencernaannya. Jadi dicoba saja makan pedas, jika bayinya tidak apa-apa, berarti tidak apa-apa dan memang rata-rata bayi Indonesia memang tidak apa-apa kalau ibunya makan pedas. Tentu saja, makan pedasnya dalam jumlah yang wajar karena jika terlalu banyak nanti Ibu yang akan diare dan proses menyusui terganggu karena Ibu tidak fit.


Kafein 

Berbagai literatur menyusui menyatakan sejumlah tertentu kafein 1-2 cangkir kopi atau sekitar 300 ml gram kafein tidak akan menimbulkan masalah baik bagi kebanyakan Ibu maupun bayi. Namun perlu diingat bahwa kafein tidak hanya terkandung dalam kopi. Banyak sumber kafein lain yang patut diperhatikan Ibu seperti minuman soda atau cola, obat pereda nyeri dan demam, coklat, dan teh. Asupan kafein yang berlebihan akan membuat bayi terjaga, aktif, mata terbuka lebar, dan bisa jadi rewel. Kemampuan bayi memetabolisme kafein mulai terbentuk pada usia 3 hingga 4 bulan. Jadi ada baiknya sebelum usia itu asupan kafein sangat dibatasi. Jika Ibu curiga bayinya bereaksi terhadap kafein, baiknya Ibu perlu menghindari segala sumber kafein hingga batas minimum. Jika ingin konsumsi minuman ber-kafein mulai dengan porsi kecil dan perhatikan reaksi bayi.  


Makanan Panas atau Dingin

Ibu menyusui boleh makan makanan panas dan dingin. Sensasi panas dan dingin hanya ada dalam mulut yang memakan. ASI yang ada dalam payudara selalu bersuhu sama, yaitu antara 37-38 derajat Celcius atau sesuai dengan suhu tubuh si ibu.


Makan Ikan

Banyak yang mengatakan bahwa mengkonsumsi ikan bisa membuat ASI menjadi berbau amis Sebenarnya adalah kandungan zat gizi yang terkandung dalam ikan dan sari laut itu banyak mengandung asam lemak omega 3 yang bermanfaat bagi tubuh,misalkan untuk mengontrol kadar kolesterol darah, mencegah jantung koroner, penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Yang penting, pastikan ikan atau sari laut yang akan kita konsumsi masih dalam keadaan segar, sebab bila kurang segar akan memicu reaksi alergi. Bila anda penggemar ikan mentah masakan Jepang sebaiknya tidak mengkonsumsi dalam jumlah banyak, karena dikhawatirkan daging tersebut masih mengandung bakteri parasit yang akan membahayakan. Jika ibu mengkonsumsi seafood perhatikan bagaimana reaksi bayi, terlebih jika ada riwayat alergi dalam keluarga.

Jamu
Jika ingin konsumsi jamu pastikan jamunya tidak mengganggu produksi ASI. Jika ibu masih harus mengkonsumsi obat dari dokter setelah melahirkan, apstikan jamunya tidak bertentangan dengan pengobatan medis yang sedang dijalankan. Perhatikan juga reaksi bayi karena beberapa bayi sangat sensitif terhadap bahan-bahan tertentu dalam jamu (rempah-rempah).


Apakah Jika Sedang Menyusui Berarti Harus Makan Untuk Dua Orang atau Lebih?

Menyusui bukan berarti harus makan berlipat-lipat karena dianggap makan untuk ibu dan bayinya. Seorang
ibu menyusui membutuhkan 300-500 kalori tambahan setiap hari untuk dapat menyusui bayinya dengan sukses. 300 kalori yang dibutuhkan oleh si bayi datang dari lemak yang ditimbun selama kehamilan. Artinya, seorang ibu menyusui tidak perlu makan berlebihan, tetapi cukup menjaga agar konsumsi gizinya seimbang,
dan asalkan si ibu selalu menuruti rasa laparnya. Proses menyusui itu sendiri membantu ibu mengurangi berat badan dan menjadi langsing kembali. Berdiet berlebihan atau menahan lapar akan mengurangi produksi susu si ibu karena menghambat bekerjanya hormone oksitosin. Yang harus diperhatikan tentang asupan kalori ibu menyusui adalah sebagai berikut:

  1. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, dalam arti memenuhi zat-zat gizi penting seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dan disajikan secara bervariasi.
  2. Asupan makanan diperhatikan kualitas gizi serta nutrisinya, bukan mementingkan kuantitas.
  3. Makanlah dalam porsi kecil tapi sering (misalnya: 3 kali makan besar, diselingi 2 sampai dengan 3 kali snack).
  4. Jika diperlukan, cermati kebutuhan kalori atau konsultasikan asupan dan menu makanan kepada ahli gizi sehingga kebutukan kalori ibu pada menyusui tercukupi.

Bila Bayi Sakit, Apakah Bisa Jika Ibu yang Meminum Obatnya Agar Bayi Tidak terlalu Banyak Kena Bahan Kimia?

Ini adalah mitos yang salah. Kalau ibu yang sakit yang diobati si ibu, kalau bayi yang sakit yang diobati bayinya. Obat yang ibu minum akan diproses oleh organ pencernaan ibu dan diserap oleh tubuh ibu. Akhirnya yang sampai ke ASI sangat sangat sedikit dan bisa jadi tidak ada sama sekali. Meskipun demikian ada beberapa kategori obat yang tidak boleh diminum oleh busui karena bisa berpengaruh di ASI atau berbahaya bagi bayi. Lagipula jenis obat dan dosis obat untuk dewasa dan bayi itu berbeda Misalnya, obat batuk untuk anak dengan obat batuk untuk dewasa jelas berbeda. Contoh yang paling sederhana, dosis paracetamol. Untuk dewasa konsumsinya 500 mg sekali minum. Untuk bayi dosis paracetamol harus disesuaikan dengan usia dan berat badan. Kalaupun ada saat dimana bayi harus minum obat yang diberikan oleh dokter, perlu diketahui bahwa dosis obat yang diberikan pada bayi sangat rendah dibandingkan dengan dosis obat orang dewasa. Biasanya obat untuk bayi diberikan dengan perhitungan miligram per berat badan bayi. Bisa dibayangkan bila obat tersebut yang minum ibunya, meskipun ada beberapa jenis obat yang bisa saja terserap dalam ASI namun tentu saja sudah tidak bisa dijadikan sebagai cara pengobatan yang sesuai ketentuan. Maka tak heran bila bayi yang sakit tidak sembuh-sembuh akibat ibu yang mengkonsumsi obat tersebut.

Jadi, keputusan kapan memberi obat kepada bayi juga harus melihat keadaan. Jika tidak perlu minum obat, ya tidak perlu obat. Kalau memang bayi harus minum obat, apalagi yang diresepkan oleh dokter, harus diberikan langsung kepada bayi sesuai dosisnya.


Apakah ibu harus mengkonsumsi makanan tertentu atau suplemen khusus agar produksi ASI-nya banyak?

Kuantitas hanya dipengaruhi dua hal, menyusui/memerah sesering mungkin dan sugesti positif dari ibu bahwa ASI-nya cukup yang didukung oleh mood ibu yang baik. Tidak ada yg secara spesifik disebut sebagai booster ASI (makanan/minuman/produk/obat/jamu yang dapat meningkatkan produksi ASI). Ibu bisa makan apapun yang Ibu mau. Prinsip booster ASI sebetulnya adalah sugesti positif yg dihasilkan dari memakan makanan tertentu. Kalau Ibu percaya dengan makan sesuatu bisa meningkatkan produksi ASI, makanlah. Tapi itu hanya bekerja jika yang memakan percaya. Jadi tidak boleh dilandaskan karena keterpaksaan agar produksi ASI naik. Efek sugesti positifnya muncul dari kenikmatan ketika kita mengkonsumsi makanan tersebut. Kalau ibu ingin makan daun katuk makanlah.Tidak ada yang salah dengan makan sayuran karena itu akan selalu baik untuk kesehatan. Tetapi kalau tidak suka daun katuk, tidak usah dipaksa. Justru kalau ibu terpaksa makan sesuatu yg tidak disukai akan berpengaruh ke kuantitas produksi karena si ibu tidak happy. Kalau ibu happy, sugesti ibu positif, produksi ASI naik. Jadi yang namanya booster ASI itu bisa apa saja yang membuat ibu happy dan bersugesti positif. Mau makanan kesukaan, minuman kesukaan, film kesukaan, novel kesukaan, ke salon memanjakan diri, mandi air hangat, pijatan suami, dsb. Makanya efek booster ASI kepada setiap ibu berbeda-beda.


Sebetulnya jenis makanan seperti apakah yang mempengaruhi KUALITAS ASI?

Apapun yang dimakan ibu, kualitas ASI selalu baik karena dalam proses produksinya ASI akan selalu mengambil zat-zat penting yang ada dalam tubuh ibu. Kalau makanan ibu kurang, maka nutrisi akan diambil dari cadangan nutrisi dalam tubuh ibu. Makanya kalau ibu tidak cukup asupan bernutrisi, yang tekor ya badan ibu sendiri. Kalau badan ibu tekor nutrisi berarti ibu akan mudah sakit. Kalau ibu mudah sakit itu akan mengganggu kelancaran menyusui. Kalau kategori gizi ibu baik atau sedang, produksi ASI juga akan selalu baik. Kalau kategori gizi ibu buruk, yang semakin tekor nutrisi adalah ibu sendiri. Dan biasanya ibu memerlukan suplemen multi-vitamin dan mineral dari dokter untuk membantu meningkatkan kualitas gizi ibu dan menjamin asupan vitamin dan mineral yang cukup bagi produksi ASI juga. ASi dari ibu yang status gizinya buruk hanya mengalami defisit micro nutrients seperti vitamin dan mineral. Sementara macro nutrients-nya seperti karbohidrat, lemak, protein, dan sebagainya tetap baik.


Referensi:

http://www.llli.org/nb/nbmaternalnutrition.html

http://www.kellymom.com/nutrition/mom/index.html

http://www.llli.org/nb/nbmarapr04p44.html

http://supportbreastfeeding.wordpress.com/2009/01/14/kebutuhan-gizi-saat-menyusui/

http://www.kemangmedicalcare.com/kmc-tips/tips-dewasa/1462-gizi-ibu-hamil-dan-menyusui.html

http://www.ayahasi.org/2011/11/ibu-menyusui-boleh-makan-pedas.html

You Might Also Like

0 comments