Mitos Makanan buat Ibu Menyusui

ibu-menyusui

Ibu ibu, saya mau terus terang. Haduuh.... kayaknya serius banget yah
Ya, saya mau terus terang kalau menyusui itu bikin lapar. Nafsu makan meningkat berkali lipat. Biasa makan cukup seporsi, kalau lagi menyusui, jadi nambah 2 porsi. Itupun masih ditambah camilan.

Tapi, nafsu makan segede bagong pun nggak selalu bisa terpuaskan. Ya karena gitu deh. banyak banget pantangan buat ibu menyusui. Apalagi di negara berbudaya timur seperti ini. Banyak sekali mitos tentang pantangan makanan buat ibu. 

Di satu sisi, kadang saya berasa ragu mau mengikuti karena sebagian nggak disertai alasan logis. Tapi di sisi lain, saya juga takut melanggar karena sebagai ibu saya kan juga ingin memberi yang terbaik buat anak. 

Soalnya kebanyakan pantangan disertai "ancaman" yang ngeri sih. Ya dibilang nanti kualitas ASI nggak bagus lah. Dibilang nanti anak begini, begitu. Saya yakin, nggak cuma saya yang mengalami kegalauan ini. IBu-ibu lain juga begitu kan?

Selama hamil sampai akhirnya melahirkan dan menyusui, saya dapet banyaaaak sekali masukan soal makanan yang dipantang oleh ibu menyusui. Mulai dari dilarang makan pedas, nggak boleh makan buah-buahan tertentu, nggak boleh minum minuman bersoda dan masih banyak lagi. Seperti yang saya bilang sebelumnya, sebagian besar disertai dengan alasan yang kurang masuk akal. 

Nah, belakangan baru saya ngeh setelah baca penjelasan dari grup AIMI bahwa TIDAK ADA makanan yang wajib dihindari Ibu hanya karena ia menyusui. Kita sebagai ibu menyusui tetep boleh kok  mengonsumsi segala macam makanan dan minuman dalam jumlah yang tepat dan wajar sesuai dengan kebutuhan kita. 

Tapi dengan catatan, kita harus selalu mencermati reaksi dari si bayi. Terutama jika dalam keluarga terdapat riwayat alergi. Kita bisa saja menghindari makanan pemicu alergi seperti kacang-kacangan, seafood, atau produk dari susu, namun sekali lagi hal ini berbeda reaksinya untuk setiap anak. 

Yang penting, ibu menyusui harus makan mengikuti aturan pola makan bergizi seimbang supaya kondisi tubuh tetap sehat selama menyusui  dan juga agar tubuh ibu tidak tekor nutrisi. 

Bagaimana sih sebenarnya mitos makanan dan minuman yang  pantang dikonsumsi ibu menyusui? 

Makanan Pedas  

Di kultur kita kebiasaan makan pedas tidak bisa dihilangkan. Harga cabai naik aja bikin kita pusing kok ya. Ngaku aja. 

Nah, biasanya saat menyusui para ibu mengurangi atau menghilangkan kebiasaan ini karena khawatir bayi bakal rewel, sering kentut atau problem-problem lain akibat ‘rasa’ dan kualitas ASI yang berubah. Anggapan ini ternyata tidak memiliki bukti yang kuat. 

Banyak ibu yang khawatir, rasa pedas cabai yang diakibatkan oleh senyawa Capsaisin bisa ikut dirasakan membuat rasa ASI berubah dan membuat bayi ikut merasa pedas. Logikanya sederhana, senyawa capsaisin yang masuk dalam tubuh ibu akan diserap dan menjadi bahan untuk memproduksi ASI. 

Betulkah begitu?

Ada pendapat ahli yang menyatakan bahwa senyawa capsaisin dapat terkandung dalam ASI. Meski begitu, dijelaskan pula bahwa capsaisin yang terkandung di ASI tidak akan membuat bayi kepedasan. 

Boleh jadi akan ada bayi yang alergi atau sensitif sehingga senyawa capsaisin yang dia konsumsi dari ASI akan membuat pencernaannya terganggu. Tapi nggak ada salahnya juga dicoba. Kalau bayi tidak bereaksi apa-apa, berarti memang tidak masalah. Lagipula, kebanyakan bayi Indonesia nggak kenapa-kenapa kok kalau ibunya makan pedas. 

Tapi tolong dikontrol juga porsi sambalnya ya. Terlalu banyak makan pedas malah bisa membuat pencernaan ibu terganggu. Akibatnya proses menyusui pun jadi nggak nyaman. 

Kafein 

Banyak literatur yang menyebutkan bahwa, mengonsumsi 1 -2 cangkir kopi atau sekitar 300 ml kafein  tidak akan menimbulkan masalah kesehatan. Baik untuk ibu maupun bayi. 

Tapi harus dicermati pula, kafein nggak hanya bisa kita temukan di kopi. Minuman bersoda, obat pereda nyeri, coklat dan teh juga mengandung kafein dalam kadar yang beragam. 

Asupan kafein berlebihan bisa membuat bayi terjaga, aktif, malah mungkin juga rewel. Hal ini karena kemampuan tubuh bayi melakukan metabolisme kafein baru mulai terbentuk saat bayi berusia 3 hingga 4 bulan. Karena itu, akan lebih baik sebelum bayi berusia 3 bulan, ibu mengurangi dulu konsumsi kafein hingga batas minimum. Termasuk mengurangi konsumsi makanan atau minuman lain yang mengandung kafein. 

Kalaupun terpaksa mengonsumsi makanan atau minuman berkafein, usahakan hanya dalam porsi kecil dan terus perhatikan reaksi bayi.

Makanan Panas atau Dingin

Ibu menyusui boleh makan makanan panas dan dingin. Sensasi panas dan dingin hanya ada dalam mulut yang memakan. ASI yang ada dalam payudara selalu bersuhu sama, yaitu antara 37-38 derajat celcius atau sesuai dengan suhu tubuh si ibu.

Makan Ikan

Banyak yang mengatakan bahwa mengonsumsi ikan bisa membuat ASI berbau amis. Hal ini tak beralasan. 

ibu-menyusui

Justru kandungan asam lemak omega 3 dan zat gizi lain yang terkandung dalam ikan dan makhluk laut lainnya bermanfaat untuk tubuh. Misalnya untuk mengontrol kadar kolesterol darah, mencegah jantung koroner, serta penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. 

Yang perlu diperhatikan adalah, usahakan mengonsumsi makanan laut dalam keadaan segar.  Karena makanan laut dalam kondisi tak segar atau tersimpan terlalu lama bisa memicu reaksi alergi. Lalu, bagi para penggemar ikan mentah sebaiknya juga dibatasi jumlahnya. Karena dikhawatirkan mengandung parasit yang berbahaya. 

Jadi intinya, ibu menyusui masih boleh kok mengonsumsi ikan atau makanan laut lain. Tapi perhatikan reaksi bayi ya, terutama kalau ada riwayat alergi dalam keluarga. 

Jamu

Dalam tradisi kita, konsumsi jamu pasca persalinan adalah hal yang lumrah. Namun banyak pula ibu yang khawatir konsumsi jamu dapat berpengaruh pada produksi ASI.

Jamu sebenarnya relatif aman dikonsumsi. Tapi kita juga perlu memastikan kalau bahan jamu yang kita minum tidak bertentangan dengan obat dari dokter yang biasanya juga jadi asupan wajib kita pasca persalinan. Ada baiknya mintakan saran medis untuk hal ini. 

Apakah jika sedang menyusui berarti ibu harus makan untuk dua orang?

Menyusui, bukan berarti harus makan berlipat-lipat karena dianggap makan untuk ibu dan bayinya. 

Ibu menyusui membutuhkan sekitar 300-500 kalori tambahan setiap hari supaya bisa menyusui bayinya dengan sukses. Sekitar 300 kalori yang dibutuhkan oleh si bayi, datang dari lemak yang ditimbun selama kehamilan. 

Artinya, ibu menyusui nggak perlu makan berlebihan. Tetapi cukup menjaga agar konsumsi gizinya seimbang dan memuaskan rasa lapar ibu. 

ibu-menyusui

Tahu nggak sih, Bu?

Proses menyusui itu sebenarnya membantu ibu mengurangi berat badan lho. Jadi ibu bisa lebih cepat langsing. Karena itu nggak perlu deh diet berlebihan atau menahan lapar saat masih menyusui. Karena hal ini malah bisa menghambat kerja hormon oksitosin. 

Jadi, makanlah saja apa yang ibu butuhkan dan inginkan. Kalau perut ibu kenyang dan hati senang, proses menyusui akan jauh lebih menyenangkan. Bayi pun akan lebih sehat dan gembira. 

Nah, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang asupan kalori ibu menyusui :

  1. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, dalam arti memenuhi zat-zat gizi penting seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dan disajikan secara bervariasi.
  2. Asupan makanan diperhatikan kualitas gizi serta nutrisinya, bukan mementingkan kuantitas.
  3. Makanlah dalam porsi kecil tapi sering (misalnya: 3 kali makan besar, diselingi 2 sampai dengan 3 kali snack).
  4. Jika diperlukan, cermati kebutuhan kalori atau konsultasikan asupan dan menu makanan kepada ahli gizi sehingga kebutukan kalori ibu pada menyusui tercukupi.

Bila bayi sakit, apakah boleh jika ibu yang meminum obatnya, agar bayi tidak terlalu banyak terpapar bahan kimia?

Ini  mitos yang salah. 

Kalau ibu yang sakit yang diobati ya si ibu. Kalau bayi yang sakit yang diobati bayinya. Obat yang ibu minum akan diproses oleh organ pencernaandan diserap oleh tubuh ibu. Akhirnya,  yang sampai ke ASI jumlahnya sangat sedikit dan bisa jadi tidak ada sama sekali. 

Lagipula jenis obat dan dosis obat untuk dewasa dan bayi itu berbeda Misal, obat batuk untuk anak dengan obat batuk untuk dewasa jelas berbeda. Contoh yang paling sederhana, dosis paracetamol. Untuk dewasa konsumsinya 500 mg sekali minum. Untuk bayi dosis paracetamol harus disesuaikan dengan usia dan berat badan. 

Biasanya obat untuk bayi diberikan dengan perhitungan miligram per berat badan bayi. Bisa dibayangkan bila obat tersebut yang minum ibunya. Meskipun ada beberapa jenis obat yang bisa saja terserap dalam ASI, namun tentu saja sudah tidak bisa dijadikan sebagai cara pengobatan yang sesuai ketentuan. Maka tak heran bila bayi yang sakit tidak sembuh-sembuh akibat ibu yang mengkonsumsi obat tersebut.

Walau begitu, ada beberapa kategori obat yang tidak boleh diminum oleh ibu menyusui karena bisa berpengaruh di ASI atau berbahaya bagi bayi. 

Jadi, keputusan kapan memberi obat kepada bayi juga harus melihat keadaan. Jika tidak perlu minum obat, ya tidak perlu obat. Kalau memang bayi harus minum obat, apalagi yang diresepkan oleh dokter, harus diberikan langsung kepada bayi sesuai dosisnya.

Apakah ibu harus mengkonsumsi makanan atau suplemen khusus agar produksi ASI-nya banyak?

Kuantitas hanya dipengaruhi dua hal, menyusui/memerah sesering mungkin dan sugesti positif dari ibu bahwa ASI-nya cukup. Tentu dua hal ini juga perlu didukung dengan mood ibu yang baik. 

Tidak ada yang secara spesifik disebut sebagai booster ASI (makanan/minuman/produk/obat/jamu yang dapat meningkatkan produksi ASI). Prinsip booster ASI sebetulnya adalah sugesti positif yg dihasilkan dari memakan makanan tertentu. Kalau Ibu percaya dengan makan sesuatu bisa meningkatkan produksi ASI, makanlah. 

Tapi itu hanya bekerja jika yang memakan percaya. Jadi tidak boleh dilandaskan karena keterpaksaan agar produksi ASI naik. Efek sugesti positifnya muncul dari kenikmatan ketika kita mengonsumsi makanan tersebut. 

ibu-menyusui

Kalau ibu ingin makan daun katuk, makanlah. Tidak ada yang salah dengan makan sayuran karena itu akan selalu baik untuk kesehatan. Tetapi kalau tidak suka daun katuk, tidak usah dipaksa. 

Justru kalau ibu terpaksa makan sesuatu yang tidak disukai akan berpengaruh ke kuantitas produksi karena si ibu tidak happy. Kalau ibu happy, sugesti ibu positif, produksi ASI naik. 

Jadi yang namanya booster ASI itu bisa apa saja yang membuat ibu happy dan bersugesti positif. Mau makanan kesukaan, minuman kesukaan, film kesukaan, novel kesukaan, ke salon memanjakan diri, mandi air hangat, pijatan suami, dsb. Makanya efek booster ASI kepada setiap ibu berbeda-beda.

Jadi jenis makanan seperti apakah yang mempengaruhi KUALITAS ASI?

Apapun yang dimakan ibu, kualitas ASI selalu baik karena dalam proses produksinya ASI akan selalu mengambil zat-zat penting yang ada dalam tubuh ibu. Kalau makanan ibu kurang, maka nutrisi akan diambil dari cadangan nutrisi dalam tubuh ibu. 

ibu-menyusui

Makanya kalau ibu tidak cukup asupan bernutrisi, yang tekor ya badan ibu sendiri. Kalau badan ibu tekor nutrisi berarti ibu akan mudah sakit. Kalau ibu mudah sakit itu akan mengganggu kelancaran menyusui. 

Kalau kategori gizi ibu baik atau sedang, produksi ASI juga akan selalu baik. Kalau kategori gizi ibu buruk, yang semakin tekor nutrisi adalah ibu sendiri. Dan biasanya ibu memerlukan suplemen multi-vitamin dan mineral dari dokter untuk membantu meningkatkan kualitas gizi ibu dan menjamin asupan vitamin dan mineral yang cukup bagi produksi ASI juga. ASI dari ibu yang status gizinya buruk hanya mengalami defisit micro nutrients seperti vitamin dan mineral. Sementara macro nutrients-nya seperti karbohidrat, lemak, protein, dan sebagainya tetap baik.

Semoga jadi tambah tahu dan makin semangat ng-ASI ya

No comments