Review & Sinopsis : My Chilling Roommate

Review-Sinopsis-My-Chilling-Roommate

Harus diakui, awalnya saya super excited menonton film 'My Chilling Roommate'. Atau lebih tepatnya disebut cine-rama ya. 

Gabungan antara cinema dan drama karena My Chilling Roommate ditayangkan dalam 2 versi yaitu film dan drama. Versi dramanya sudah dirilis 13 Juli silam di platform OTT dan menyusul di Youtube pada Agustus 2022. Sementara versi film sepertinya sudah tayang di bioskop sejak awal Juli 2022. 

Alasan saya semangat nonton tak lain tak bukan, karena kehadiran para idol sebagai main cast

Awalnya saya pikir bakal adem deh nonton film ini karena visual pemeran utamanya yang memukau. Ya gimana nggak, pemain utamanya idol cuy! 

Yup, film ini menampilkan Jung Chan Woo, personel iKON sebagai male lead dan Kim So Jeong yang lebih dikenal Sowon GFRIEND sebagai female lead

My Chilling Roommate adalah debut akting Sowon sebagai pemeran utama setelah GFRIEND bubar. Sementara untuk Chanwoo, film ini merupakan project comeback sebagai aktor. 

Kalau kalian nggak notice, Chanwoo dulu sempat main di drama terkenal Boys Before Flower sebagai salah satu pemain cilik. Kalau nggak salah waktu itu dia jadi Gu Jun Pyo kecil. Dia juga berperan sebagai Kim Tan kecil di drama The Heirs

So, kita bisa bilang, jam terbangnya di dunia akting lumayan deh. Sayangnya, semenjak aktif bareng iKON, Chanwoo emang nggak punya lagi project akting. Sibuk ama grupnya kali ya. 

tu sebabnya, waktu tahu Chanwoo akhirnya dapat project film lagi, saya tuh ikut suka cita. Finally, uri maknae… 

Review-Sinopsis-My-Chilling-Roommate

Yang bikin saya makin semangat nonton film ini adalah sinopsis ceritanya yang menarik. Film bergenre romcom horror tentang pertemuan seorang gadis yang bisa melihat hantu dan hantu yang lupa dengan kematiannya. 

Kayaknya bagus kan? Mengingatkan saya pada salah satu kisah webtoon yang bertema sama. 

Sayangnya, film yang disutradarai Hwang Kyu Seong ini jauh dari ekspektasi saya. 

Oke, awal nonton semangat nih. Tapi nggak sampai seperempat film kok jadi mulai bingung ya? 

Makin masuk ke pertengahan film, mulai pengin maki-maki. Dan di penghujung film, sumpah! Rasanya nyesel banget nonton film ini. 

Terlalu banyak celah yang bikin saya sebagai penonton kesal sampai ke ubun-ubun 

Kok bisa? Sebelum masuk ke review, yuk simak dulu sinopsisnya. 

Oh iya, seperti biasa, sinopsis dan review di blog ini bakal penuh dengan spoiler. Yang nggak tahan kena spoiler, boleh skip deh. 

Sinopsis 

My Chilling Roomate, dibuka dengan adegan horror. Seorang anak perempuan kecil, usianya mungkin 10 tahun-an, hendak menemui ayahnya di kantor.

Sayang sesampainya di sana, ia malah mendapati pemandangan mengerikan. Seorang wanita muda gantung diri. 

Dalam kondisi shock, terlihat tangan hitam berkuku panjang menjulur, berusaha meraih wajah gadis kecil itu. … 

Jung Se Ri (Kim So Jeong) terbangun. Ingatan masa kecilnya membuatnya selalu mengalami mimpi buruk yang sama selama bertahun-tahun. 

Setelah kesadarannya makin pulih setelah terbangun karena mimpi buruk, pandangannya menuju ke pojok ruang. Di dekat dapur apartemennya, terlihat sosok hantu anak kecil bermata gelap. 

Tapi Se Ri nggak panik. Ia mengusir hantu anak kecil itu. Rupanya sejak kejadian traumatis di masa kecilnya, Se Ri jadi bisa melihat dan berinteraksi dengan hantu. 

Itu sebabnya, di coffee shop tempat kerjanya, ia kadang kelihatan aneh. 

Pernah suatu kali, Se Ri tanpa alasan memindahkan tamu yang duduk di meja tertentu. Ternyata di meja yang sama, ada seorang hantu pria muda yang duduk menunggu kekasihnya. 

Bos Se Ri, Hwang Eun Hye (Kim Ye Ji) yang juga sahabatnya sudah maklum kalau Se Ri bertindak aneh. 

Di tempat lain, Song Ji Chan (Jung Chanwoo) terlihat kebingungan di tengah jalan. Pria muda ini kehilangan sebagian ingatannya. 

Review-Sinopsis-My-Chilling-Roommate

Dia lupa apa yang terjadi padanya, tak ingat identitasnya. Dia bahkan nggak tahu kalau wujudnya sudah bukan manusia. Yang bisa ia lakukan hanya mengikuti kata hati yang menuntun dirinya ke tempat kerja Se Ri. 

Sekali lihat, Se Ri tahu bahwa Ji Chan adalah hantu ‘baru’ yang bahkan belum sadar kalau dirinya sudah mati. 

Awal perjumpaan keduanya klise. Se Ri yang memang selalu bersimpati dengan hantu berusaha memberi tahu Ji Chan tentang kondisi lelaki itu sebenarnya. 

Tapi Ji Chan rupanya bukan pemuda yang ramah. Dia malah bersikap semena-mena terhadap Se-Ri sehingga gadis cantik ini kesal. 

Walau gayanya sombong, Ji Chan tetap mengikuti Se Ri hingga ke rumahnya. Malah ia memutuskan untuk tinggal di sana. 

Se Ri awalnya risih. Pun begitu, dia iba juga melihat Ji Chan yang kehilangan ingatan dan nggak punya tempat tujuan lain. Ia pun berusaha membantu Ji Chan menemukan identitas dan mencari tahu penyebab kematiannya. 

Di lain tempat, orang-orang sibuk mencari Song Ji Chan. Ji Chan ternyata putra bungsu dari keluarga konglomerat yang memiliki jaringan bisnis coffee shop. 

Coffee shop tempat Se Ri bekerja adalah salah satu cabang waralaba miliki keluarga Ji Chan. 

Review-Sinopsis-My-Chilling-Roommate

Apa sebenarnya yang terjadi pada Ji Chan? 

Bagaimana dengan trauma dan mimpi buruk yang selalu menghantui Se Ri? 

Benarkah ada entitas jahat yang coba mengambil alih tubuh Se Ri? 

Serasa nonton FTV 

Pelajaran terpenting yang saya dapat dari menonton My Chilling Roommate adalah, jangan punya ekspektasi terlalu tinggi pada film hanya karena kita nge-fans dengan aktornya. 

My Chilling Roommate ini rasanya nggak lebih dari project film anak kuliahan yang digarap dengan budget terbatas. 

Premis ceritanya memang menarik. Kalau digarap dengan serius pasti bisa jadi film yang menarik. 

Sayangnya, penggarapan alur cerita My Chilling Roommate tuh kayak setengah hati. Terlalu banyak adegan nggak perlu yang nggak sesuai dengan konteks cerita. Bikin ceritanya nggak fokus. 

Nggak cukup sampai disitu, reaksi para tokohnya juga seperti muncul tanpa motivasi. 

Lha kan kita yang nonton jadi bingung ya. Ini orang bisa dirasuki arwah jahat kenapa? Arwah jahat itu sebenarnya siapa? Itu semuanya nggak jelas. Bikin kesal banget.

Lalu ada tiga hantu yang mendampingi Se Ri juga nggak jelas asal usulnya. Mbok ya kalau nggak ada waktu buat ngjelasin, setidaknya berilah sedikit petunjuk siapa mereka sebenarnya. 

Review-Sinopsis-My-Chilling-Roommate

Begitu juga tabir yang menyelubungi kecelakaan yang menimpa Ji Chan. Sampai akhir pun tetap tak terjelaskan apa sebenarnya yang terjadi pada Ji Chan sampai arwahnya bisa kluyuran sampai ke tempat Se Ri. 

Plot hole juga berceceran sepanjang film, bikin alur ceritanya jadi makin nggak jelas. Rasanya beneran bikin pengin banting meja. Emosi banget. 

Bagaimana dengan kualitas akting? 

Haduuuuhhh. Jujur! Saya ini iKONIC. Motivasi awal nonton juga karena ada Chanwoo di project ini. Tapi Chanwoo kayaknya butuh pemanasan lebih banyak dengan mengambil project acting lain yang lebih oke deh. 

Bakat aktingnya mungkin sudah terlalu lama nggak terasah, sampai aktingnya anyep gitu. 

Sempat geram juga saya sama YG yang membiarkan Chanwoo ngambil project acting macam begini. Emang nggak ada project lain yang lebih bagus apa? 

Kalau untuk akting Kim So Jeong, masih saya maklumi deh. Mengingat ini juga debutnya sebagai pemeran utama. Saya juga nggak terlalu berharap dia bakal menampilkan performa yang bagus banget. 

Kalau dia bisa bangun chemistry akting yang bagus dengan Chanwoo juga udah untung. Tapi sayangnya chemistry itu juga nggak terlihat. Anyep banget pokoknya! 

Akting para pemeran pendukung juga nggak jauh beda. Lebay dan nggak natural. Mungkin ini karena skenarionya juga nggak jelas ya. Jadi berdampak ke kualitas akting para cast. 

Yang jelas nonton My Chilling Roommate rasanya kayak nonton FTV yang ceritanya terlalu banyak kebetulan dan dipaksakan. 

Ah, beberapa FTV yang pernah saya nonton juga ceritanya masih lebih bagus sih daripada ini. 

Recommended? Kalau menurut selera saya sih, NGGAK! 

Kalau mau dukung Chanwoo mending kita beli album iKON aja deh. Kalau nggak, kita paksa aja agensinya untuk cari project acting yang layak gitu buat Chanwoo. Tega bener sih ngasih dia project ini. 

Kalau untuk Sowon, saya sih sebenarnya melihat dia punya potensi lebih. Aktingnya secara keseluruhan memang masih belum bagus. Tapi dia punya ekspresi wajahnya yang bagus. Ada masa ketika dialog nggak bekerja dengan baik, tapi diselamatkan oleh Sowon melalui ekspresi wajahnya. 

Semoga setelah ini, kita bisa melihat performa keduanya di karya lain yang lebih bagus. 

Semoga jadi tambah tahu ya.

Tidak ada komentar