My Diet Journey bersama Slim & Fit

4:18 PM

Saya genduuuut! Iya tahu, saya memang sering banget mengeluh begini. Semua teman-teman dan keluarga saya mungkin malah sampai bosan mendengarkan keluhan saya ini. Tapi saya memang gendut, dan rasanya makin gendut dari hari ke hari.

Tiap kali rumpi-rumpi bersama ibu-ibu lain, pembahasan soal berat badan pasti meluncur dari mulut saya. Saya mengeluh gendut di FB, mengeluh gendut di instagram, di twitter. Dimana-mana deh pokoknya, kalau ada yang nggak percaya googling aja. Hahahaha. Ada jejak digitalnya.

Baca juga : When Size Does (not) Matter

Saya bukannya tidak usaha menurunkan berat badan. Beberapa kali saya mencoba rutin berolah raga. Ibu-ibu se-kompleks saya kompor-komporin untuk senam bareng tiap minggu. Awalnya sih pada semangat, saya juga ikut semangat menyambut kegiatan senam bersama di akhir pekan. Tapi ya begitulah, hangat-hangat tahi ayam. Semula semangat, namun satu persatu lantas undur diri dan hanya menyisakan beberapa orang saja, termasuk saya. Akhirnya, kelas senam bareng ibu kompleks pun berakhir. Badan yang sempat berasa fit, mulai menggembung lagi. Bahkan tampaknya jauh lebih berisi dari sebelumnya.

 Begitulah, setelah setahunan lebih saya mengeluh. Dan beberapa bulan on/off berolahraga, akhirnya  sekitar 1,5 bulan lalu saya memutuskan untuk betul-betul rutin berolahraga. Badan ini benar-benar berasa berat. Perut saya malah sudah kelihatan seperti ibu-ibu hamil empat bulan. Dan yang paling menyedihkan, tentu saja karena 80% lebih isi lemari sudah tidak muat. Sebagai ibu yang mengedepankan semangat penghematan dan pengiritan, hal ini jelas merupakan aib.

My Diet Journey Begin……

Saya mengawali perjalanan diet dengan meng-install beberapa aplikasi senam di smartphone. Saya tahu, tubuh saya memang butuh latihan. Selain karena pertambahan bobot yang kian menghawatirkan, belakangan saya juga kerap mengalami sakit kepala, nyeri di bagian pinggul, tulang punggung dan persendian. Berasa banget kalau sudah tua.

Idealnya, kita membutuhkan bimbingan instruktur berpengalaman dan terlatih untuk membimbing kita dalam latihan. Tapi karena saya memiliki keterbatasan waktu, tenaga dan biaya maka saya putuskan untuk berolahraga sendiri di rumah dengan memanfaatkan aplikasi latihan yang bisa diunduh di smartphone. Saya nggak mau lagi banyak bikin alasan buat nggak olahraga. Selama masih ada cara yang yang mudah dan murah, tidak ada salahnya dicoba dulu kan?

Lalu saya mengunduh sekitar enam aplikasi saat itu. Sekedar untuk mencari tahu, aplikasi mana yang paling cocok, sembari minta rekomendasi beberapa teman juga. Setelah beberapa kali uji coba, akhirnya saya putuskan untuk meng-uninstall sebagian besar dan menyisakan dua aplikasi workout saja, yaitu 30 Day Fitness Challenge dan Daily Yoga. Menurut saya, kedua aplikasi ini paling sesuai dengan kebutuhan saya, mudah dan tentu saja gratis!

30 Day Fitness Challenge, memiliki beberapa panduan latihan untuk membentuk otot yang kita inginkan. Ada latihan untuk full body, abs workout, butt workout dan banyak lagi. Tiap latihan terbagi menjadi beberapa kelas, yaitu kelas Easy Plan, Medium Plan dan Hard Plan. Masing-masing berisi panduan latihan per hari yang dirancang untuk latihan satu bulan. Saya mulai dengan latihan otot yang paling menjadi concern selama ini yaitu abs workout.


Tiga hari pertama, saya hampir menyerah. Capek euy, bolak balik suruh sit up, dan plank. Perut ini berasa kram, ototnya seperti tertarik-tarik. Untung saya nggak jadi menyerah. Jadi akhirnya latihan itu saya lanjutkan. Abs workout paling lama hanya memakan waktu 10 menit.

Setelah itu, latihan saya lanjutkan dengan berlatih yoga melalui aplikasi Daily Yoga. Latihan untuk pemula gratis, tapi kalau mau mencoba kelas yoga lanjutan dikenai biaya bulanan. Pilihan lainnya, bisa juga dengan mengumpulkan koin yang nantinya bisa ditukar dengan kelas yoga berbayar, tapi jumlah kelasnya terbatas. Nggak apa deh, toh saya juga baru mulai, jadi saya awali dengan kelas pemula yang terdiri dari 10 tahapan. Durasinya bervariasi antara 19 sampai 30 menit namun semakin bertambah lama setiap harinya.


Melakukan yoga bukan perkara sepele. Kelihatannya sih, cuma gerakan mudah. Badan tekuk ke kiri, tekuk ke kanan, condong ke depan, atur napas, tahan pose. Tapi giliran dijalanin serius. 

Aalamaaaaakkkk! 

Saya baru sadar badan saya ini kaku banget. Pose begini sakit, pose begitu nyeri. Tapi saya tetap enjoy sih, karena di akhir sesi badan terasa nyaman banget. Oia, saya punya alasan tersendiri mengapa memilih yoga ketimbang jenis latihan lain yang lebih membakar kalori, seperti Zumba. Begini, saya ini penderita asma. Latihan high impact terbukti sering bikin sesak napas saya kambuh, makanya saya pilihan latihan yang lebih tenang meski kalori yang terbakar lebih sedikit.

Satu bulan berolahraga rutin di rumah, saya merasa lebih fit. Sakit kepala saya mulai hilang, nyeri punggung juga nggak pernah terasa lagi. Wah saya pikir, berat badan juga pasti turun banyak nih. Lalu saya timbang lah. Hasilnya? Eeeng ingg enggg……ternyata masih bertengger di angka 54 kilogram. Nggak geser kemana-mana tuh. Diiihhhhh berasa sia-sia banget nggak sih?

Ditambah lagi, komentar beberapa orang yang masih bilang betapa montoknya saya. Sedih nggak sih?!

Diet Sehat, Diet Enak 

“Wong makannya tetap kayak orang kalap gitu, ya terang aja bobotnya nggak turun.” Begitu kata suami saya, saat mendengar istrinya yang putus asa ini berkeluh kesah.

Saya sebal mendengarnya. Suami saya kalau jujur emang suka kelewatan, nggak pakai basa basi. Tapi harus diakui yang dia bilang itu memang benar.

Selama rutin berolahraga, tidak ada yang berubah dari pola makan saya. Makan nasi tiga kali sehari, dengan porsi sesuka hati. Ya kalau lauknya enak banget bisa nambah nasi. Kalau makan nasi padang, masih suka ditambah lauk ini itu. Kadang juga suka nyamil cilok, siomay yang mangkal dekat sekolah anak. Kadang masih suka jajan donat. Masih rutin minum susu kopi pula tiap hari, blom lagi minuman bersoda. Duuhhhhhh pantes nggak turun timbangannya. Syukur aja nggak tambah bulat tuh.

Padahal ya, keberhasilan diet itu 80% ditentukan dari pengaturan pola makan yang tepat dan 20% bergantung pada aktivitas dan olahraga rutin. Jadi gimana? Saya pernah coba belajar diet berdasarkan saran beberapa teman sih, seperti skip makan nasi. Tapi nggak pernah bertahan lama. Nggak tahan! 

Saya juga suka nyamil. Apalagi kalau pas marathon nonton drama korea gitu kan nggak afdhol ya kalau nggak sambil ngunyah-ngunyah.

Dari rumpi-rumpi di dunia maya dan hasil googling kesana kemari, saya ketemu produk susu nutrisi pengganti makan, Slim & Fit. Klaim produsennya sih, Slim & Fit ini merupakan nutrisi pengganti makan yang tinggi protein dan serat. Diformulasikan khusus untuk program diet tepat dan seimbang.
Produk ini memiliki dua varian rasa, vanilla dan coklat.Yang rasa coklat enak banget lho, nggak terlalu manis . Dalam satu box terdapat 6 sachet 54 gram. Sengaja dikemas dalam sachet begitu supaya lebih mudah ditakar dan pas dengan program diet sehat. Cara penyajiannya juga sangat mudah, cukup larutkan satu sachet Slim & Fit ke dalam 200ml air hangat, lalu minum. Jumlah kalori dalam 1 gelas Slim & Fit hanya 200 kkal dan diminum 2 kali sehari sebagai pengganti sarapan dan makan malam.
Oke, saya pikir tidak ada salahnya mencoba. Saya mulai dengan 2 box Slim & Fit, jadi kira-kira cukup untuk konsumsi 1 minggu lah.

Perjalanan diet saya yang baru bersama Slim & Fit pun dimulai.

Untungnya, Slim & Fit ini diluncurkan bersama dengan websitenya yang mengupas banyak sekali seluk beluk diet. Komplit dengan meal plan, informasi seputar diet, bahkan ada slimculator juga untuk mengukur berat badan ideal. Tinggal masukkan tinggi badan, berat dana dan usia, maka Slimculator akan menghitung indeks massa tubuh kita. Penting banget untuk mengetahui perkembangan diet.


Lalu ada fitur Ask The Expert yang diasuh oleh seorang dokter ahli nutrisi, kita bisa konsultasikan kondisi tubuh dan rencana diet kita supaya bisa makin slim dan fit.

Dalam meal plan, kita disarankan untuk mengganti sarapan dengan segelas Slim & Fit dan buah-buahan. Tapi berhubung segelas Slim & Fit di pagi hari ternyata sudah cukup membuat saya kenyang, maka konsumsi buah saya lakukan sebagai pengganti camilan pagi. Mungkin itu karena Slim & Fit mengandung tinggi protein, tinggi serat, dan mengandung karbohidrat lepas lambat Isomaltulosa jadi bisa bikin kenyang lebih lama.


Begitulah, alih-alih jajan siomay, saya sekarang lebih memilih nyamil sepotong papaya atau sebuah pisang sambil menemani Narend sekolah. Kadang kalau lagi bosan makan buah, saya beli jus yang dibuat dengan special request, yaitu tanpa tambahan gula atau susu.

Siang hari nya, saya makan nasi seperti biasa. Porsi nasi dikurangi sedikit, kalau biasa makan satu piring, sekarang takarannya saya ganti satu mangkuk kecil seperti porsi makan orang-orang Jepang itu lho. Porsi sayur dan lauknya saja yang ditambah.


Oia, selama masa diet ini saya berusaha untuk meminimalisir lauk yang digoreng. Kalau ada ayam ya lebih suka dibuat tumis, sop atau semur. Pernah coba dipanggang, tapi saya kurang pinter masaknya jadi nggak enak, Hehehe.

Kalau bingung soal menu makan siang apa yang cocok, coba intip di websitenya Slim & Fit deh. Disana juga ada beberapa resep masakan enak dengan kadar kalori yang terkontrol. Resepnya gampang, bahan-bahannya juga mudah didapat. Diet itu ternyata nggak menyiksa ya.


Nah, untuk makan malam lagi-lagi kita disarankan untuk menggantinya dengan segelas Slim & Fit dan seporsi sayur atau buah. Ini dia nih yang rada menantang, karena biasanya saya suka kelaparan di tengah malam dan cenderung makan berlebih. Abis makan nasi biasanya masih nyamil kue apalagi gitu. Hiiiihhhh gitu kok pengen langsing ya.

Biar usaha dietnya nggak sia-sia. Sebelum mengonsumsi Slim & Fit, saya makan seporsi sayur atau buah.Buahnya juga beli buah-buahan lokal aja sih, biar murah. Itupun mulai dikonsumsi saat petang. Setelah itu, saya lanjutnya dengan olahraga selama sekitar 30 menit, dan baru mengonsumsi Slim & Fit, sekitar 2 hingga 3 jam sebelum tidur.

Oia, Slim & Fit ini juga memiliki kandungan protein yang tinggi lho, jadi bisa membantu untuk mengencangkan otot juga. Ditambah lagi kandungan lemak dan gulanya juga 50% lebih rendah dari susu diet sejenis. Maka saya pikir, pola ini aman-aman saja sih.

Selain patuh dengan meal plan yang disarankan, saya sekarang juga mulai mencoba untuk menerapkan pola makan sehat lain, diantaranya mengurangi makan mie instan. Karena ternyata, mie instan itu mengandung hampir 400 kalori, kandungannya sebagian besar hanya karbohidrat dan lemak, belum lagi tambahan MSG-nya. Haduuuhh. Sungguh ya, menghindari godaan mie instan itu butuh pengendalian diri tingkat tinggi. Supaya nggak terlalu kencang godaannya, sekarang nggak lagi menyediakan stock mie instan di rumah. Camilan berkemasan juga saya hindari mati-matian.

Kadang, kita nyamil bukan karena lapar, tapi sekedar cari kerjaan buat mulut yang mau kunyah-kunyah saja. Nah,selama diet ini kalau tetiba kepingin nyamil malam-malam, saya banyakin minum air putih aja. Efek sampingnya, konsumsi air putih saya sekarang lebih banyak dan efeknya ternyata lumayan oke juga buat badan.

Satu minggu diet bersama Slim&Fit dan tetap rutin berolahraga, saya beranikan diri lagi untuk menimbang berat badan. Nggak mau terlalu berharap juga sih sebenarnya, tapi ternyata berat badan saya turun 1 kilogram !!!!! 

Horeeeeeee………!!!

Oke, ini memang tidak luar biasa. Mungkin di usia pertengahan 30 ini, proses metabolisme saya juga lebih lambat. Ada tuh, teman saya yang kesannya nggak ngapa-ngapain, tau-tau berat badannya turun sendiri 2 kilogram. Bikin sirik aja. Lagian turun satu kilo sih sebenarnya nggak terlalu berdampak pada penampilan juga.

Tapi nggak apa-apa. Buat saya turun 1 kilogram dalam 1 minggu adalah prestasi yang sangat membanggakan. Nggak sia-sia menjalani satu pekan penuh pengendalian diri, akhirnya berbuah manis juga. Bayangin satu minggu satu kilo lho.

Rasanya jadi makin semangat deh. Dan kayaknya memang kudu nambahi stock Slim & Fit untuk satu bulan kedepan nih. Untung produk ini mudah didapatkan secara online. Salah satunya di www.kalbestore.com. Nah khusus untuk pembelian di KALBESTORE, kalian juga bisa belanja Slim & Fit dengan tambahan diskon 20 %, untuk pembelian minimal 3 box varian apa saja.

Caranya, hanya dengan memasukkan kode esma20 saat pembelian. Pemakaian kode ini nggak batas maksimal kok. Jadi bebas mau dipakai berkali-kali, dibagi-bagi ke teman-teman lain yang pengen diet juga boleh. Ingat ya kodenya esma20.

Dari pengalaman ini, saya sadar untuk mendapatkan tubuh yang Slim & Fit itu memang butuh usaha keras. Tapi bukan berarti kita harus menyiksa diri. Jalani aja dengan santai, yang penting konsisten. Setelah ini, saya masih punya target menurunkan 6 kilogram lagi. Wish me luck ya.


Disclaimer : tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi dan review jujur penulis. Hasil pada tiap orang bisa jadi berbeda.

You Might Also Like

15 comments

  1. 6 kilo lagi mak semangat tinggal dikiiittt..
    Mdh2n aq juga bisa cepet kecil lg..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih maakk... Intinya konsisten sih y. Mudah2an sih bisa.

      Hapus
  2. horee samaan! aku juga udah turun 1kg dalam 5 hari! bener, segitu aja udah girang. maklum, biasanya turun 1 kg itu setelah 1 bulan puasa ramadhan (udah lebaran mah naik lagi) hahaha
    mari semangat melangsing bersama dengan slim & fit!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahviya nih... Ntar lebaran kudu hati2 jaga makan. Godaannya besar tuh 😆😆😆

      Hapus
  3. Wah, seminggu turun sekilo? Mau juga ah minum slim fit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mak ety kan nggak butuh diet... Eh tp oke jg sih kalau mau jaga berat badan ideal

      Hapus
  4. Yah mak wid...aku jadi pengen beli..hiks hiks

    Kalau minum slimfit pas puasa aman gak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di kalbestore harganyabsekitar 77rb mak. Beli sana aja, pake kode esma20 tuh.. Biar ada diskon 20%. Oia, RPM fitness buka di hartono mall lho.. Kita daftar situ gmn?

      Hapus
  5. Teman Anda itu apakah bernama Arinta? Hahaha.. Eh, dikiranya aku ngga olahraga apa? Wkwkwk.. Kemarin sebelum kulineran tu aku sengaja minum slim n fit dulu, biar ngga kalap-kalap amat.. wkwkwk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha emang olahraga y? 🤣🤣🤣🤣 kan kubilang kesannya mak...seolah2 ga ngapa2. Tau2 turun 2 kilo ihhhh iri aq

      Hapus
  6. Coba mana yang bilang dirinya gendut padahal nggak sama sekali. HUH. Body ketje badhay kek gitu..
    Aku suka lemah sama sesuatu rasa coklat. Kayaknya mau icip2 juga deh kalo udah saatnya mengecilkan badan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lahhh badanku kan kuntet mak.. Jadi nambah bobot sedikit aja bagian perut ama lengan langsung gembung. Tersamarkan ama baju aja..

      Hapus
  7. Habis lahiran aku juga pengen slim lagi nih Mbak Wiiiid. Tapi tentunya teteup fit dan ga mempengaruhi asi. Mg ihtiarmu buat turun 6 kilo terwujud yak. Kl berhasil, ajarin akuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi Ayaaa... Tantangannya tinggal konsisten nih. Udah ketemu cara diet yg nyaman pake slim&fit nih

      Hapus
  8. Padahal menurutku kamu nggak gendut mbaakk.
    Btw ini sip banget infonya. Ada temen yg pengen bgt diet. Bolehlah ntar tak rekomendasikan

    BalasHapus