7 Film Warkop Terkece

1:38 AM

Film Warkop DKI Reborn “Jangkrik Boss” emang ngehits banget. Belum sampai seminggu dari tayang perdana, 8 September 2016 silam, tau-tau udah langsung nangkring di jajaran box office aja. Sebagai penggemar Warkop DKI nomor wahid, saya berasa ngenes banget karena nggak bisa ikutan nonton. 

Bukan apa-apa, saya kan tinggal di kampung, mana ada bioskop disini. Jadi terpaksa nelangsa lah, gigit jari sambil mantengin timeline medsos yang lagi ramai ngomongin Warkop DKI Reborn ini. Sambil berharap mudah-mudahan nanti kalau ada kesempatan main ke “kota”, itu film masih diputar. Terlambat sedikit lebih baik daripada nggak sama sekali kan? 

Untuk mengobati kekecewaan, saya akhirnya cukup berpuas hati mengenang dan menonton kembali film-film Warkop tempo dulu. Kita semua pasti cukup familiar dengan semua film Warkop. Ya iyalah, tiap tahun pasti ada filmnya yang diputar lagi di TV nasional. Terutama saat Lebaran. Ini kayaknya meneruskan tradisi masa lalu. Waktu Warkop DKI masih sangat produktif. Dalam satu tahun biasanya ada dua film baru Warkop yang rilis di bioskop, dan diputar saat Lebaran dan Tahun Baru. 

Dari sekian banyak film Warkop, ada beberapa film yang jadi favorit saya. Rasanya nggak bosan-bosan deh, biarpun sudah puluhan kali nonton. Bahkan sampai hapal adegan dan beberapa dialognya. Mau tahu? Ini listnya, film Warkop DKI terkece, versi saya: 

Jodoh Boleh Diatur 


Film Warkop produksi 1988 ini ada di urutan teratas list Film Warkop Terkece ini. Kenapa? Karena menurut saya, ini satu dari sedikit film Warkop yang paling runut alur ceritanya. Film ini juga paling sukses mengaduk-aduk emosi saya. Ada harunya, ada sedih, ada bahagia, dan tetap bikin ngakak gila. Komplit banget.

Jodoh Boleh Diatur bercerita tentang kisah cinta trio Dono Kasino Indro yang mencari pacar melalui biro jodoh “Dewa-Dewi”. Melalui sistem computer, yang menurut saya rada konyol (Hahahaha…namanya juga Film Warkop), Dono Kasino Indro mendapat pasangan cewek-cewek cantik. Sayangnya kisah percintaan mereka tidak ada yang berjalan mulus. Pasangan Indro, yang diperankan Nia Zulkarnaen ternyata hanya memanfaatkan Indro sebagai bahan penelitian. Kasihan Indro, udah diputusin sepihak, digebukin orang, masih dikejar anjing pula.

Pasangan Kasino, yang dimainkan oleh Yurike Prastika ternyata seorang penipu. Dan, pasangan Dono, yang diperankan aktris Malaysia, Raja Ema, ternyata malah menghilang sambil menitipkan seorang bayi montok kepada Dono. Berbeda dengan dua rekannya yang segera move on dari putus cinta. Dono malah terlarut dari kesedihan. Apalagi setelah Si Montok alias Rios diambil paksa oleh Suami Rita, Mr.Oz dan dibawa ke Malaysia.

Adegan favorit saya: Waktu Kasino bikin dinner romantic buat Winda (Yurike Prastika) yang diganggu oleh cewek, yang ternyata suruhan Winda. Untuk merayu Winda yang ngambek karena menemukan cewek lain di rumahnya, Kasino memberi perhiasan. Bukannya berbaikan dengan Winda, Kasino malah babak belur cemang-cemong karena “bom”.
 Tapi, memorable moment-nya itu adalah saat Dono yang “gila” karena dipisahkan dari Montok bertemu dengan keluarga Mr.Oz, Rita dan juga Si Montok. Apalagi, waktu Mr.Oz yang terharu melihat kondisi Dono malah membawa boneka beruang, dan mengakuinya sebagai Rios.
Mr Oz : “Uhuhuhuhu..Itu anak patung. Itu bukan Rios”
“Uhuhuhuhu Ini Rios, Ini baru Rios” (membawa boneka)
Kasino : “Itu bukan Rios, itu anak Kingkong”
Mr Oz : “Iya anak Kingkong, silap”

Depan Bisa Belakang Bisa 

Film tema detektif ala Warkop ini diproduksi tahun 1987. Saya juga menyebutnya film Michiko, saking terkesannya dengan kelucuan Dono saat merayu Michiko, diperankan oleh Eva Arnaz.

Ini sebenarnya film tema detektif kedua setelah Pintar-Pintar Bodoh. Tapi saya lebih suka yang ini, lebih lucu. Dono Kasino Indro berperan sebagai agen detektif Depan Bisa Belakang Bisa yang mendapat tugas dari klien, Tuan Satomata (matanya emang cuma satu, satu lagi ditutup Hahahaha, Warkop banget) untuk mengamankan pameran permata.


Singkat cerita, ditengah pameran, permata itu ternyata malah hilang dicuri. Disisi lain, pihak asuransi yang curiga kalau permata itu sengaja dihilangkan juga meminta bantuan agen Depan Bisa Belakang Bisa untuk mengusut kecurangan Tuan Satomata. Dono Kasino Indro pun sempat pecah kongsi karena pembagian uang yang tidak adil. Namun akhirnya bersatu lagi untuk menyelamatkan permata.

Memorable quote, dari Kasino di bagian awal film waktu gaya nangkap penjahat “Atas nama Undang-undang menyerahlah, kalau tidak menyerah tak bedil kowe”

Sama Juga Bohong 

Film keluaran tahun 1986 ini sudah langsung bikin saya ngakak sejak scene awal. Bagian awal menampilkan secara terpisah Dono Kasino Indro yang berpamitan dengan orang tuanya. Masing-masing dibalut dengan kelucuan khas kedaerahan. Warkop emang paling jago deh kalau acting dengan logat daerah begini. Salah satu memorable moment saat Kasino pamit dengan orang tuanya sambil berteriak
“Dadah Papine, Dadah Mamine.”


Sama Juga Bohong bercerita tentang pemuda daerah yang merantau ke Jakarta. Mereka ngekost di rumah Ibu Kost, Rina Hasyim yang memiliki robot tua warisan almarhum suami Bu Kost. Robot yang entah kenapa bergigi tonggos itu, lalu di perbaiki, dimodifikasi dan dikomersilkan oleh Dono Kasino Indro. Karena robot mereka sukses dan diminati pengunjung pasar, pedagang yang iri lantas merusak robot itu.


Dalam perantauannya, Dono Kasino Indro juga berteman dengan gadis cantik pengurus panti asuhan (Ayu Azhari) dan penyanyi ternama (Chintami Atmanegara). Sebagai pemuda dengan jiwa sosial yang tinggi, ketiganya berniat mengadakan pertunjukan amal mengumpulkan dana untuk memperbaiki rumah panti asuhan yang rusak parah. Sayangnya, Chintami, yang seyogianya mengisi pertunjukan amal itu nyaris gagal hadir karena disekap oleh manajernya. Dengan gaya konyol Dono Kasino Indro bahu membahu membebaskan Chintami sekaligus berusaha menyelamatkan pertunjukan amal itu. Di film ini, Kasino lagi-lagi, menunjukkan kemampuan bernyanyi dengan memparodikan lagu Rock and Roll Music, Black Dog dan Ni Zhen Me Shuo.

Makin Lama Makin Asyik 


Film ini juga produksi akhir 1980-an, tepatnya 1987. Kalau ada yang ingat lagu Mamayukero (Entah apa sebenarnya judul aslinya), nah itu ada di film ini. Film ini bercerita tentang Dono Kasino Indro yang tinggal di flat milik Tante Sarah (Susy Bolle), yang sumpah mati galak banget. Suaminya, diperankan alm.Timbul Srimulat, aja takut banget ama si Tante. Dono Kasino Indro yang sangat jahil sudah pasti nggak luput dari kegalakan Tante Sarah.

Maka cerita pun makin seru saat keponakan Tante Sarah yang super cantik bernama Erna (Meriam Bellina) datang. Scene paling kece versi saya, tentu saja saat Dono Kasino Indro sedang menyamar jadi perempuan untuk menghindari Tante Sarah. Bukannya berhasil kabur, mereka malah terpaksa naik panggung menyanyikan Mamayukero itu. Lalu, ditaksir pula sama Timbul. Kasino dan Indro berhasil kabur, tinggal Dono yang nggak bisa nolak waktu diajak nge-date ama Timbul.

Memorable quote, waktu Kasino dan Indro yang masih berpakaian perempuan kepergok Pak Satpam. Indro : “Atas keibuan, bawah kesebelasan.”

Sabar Dulu Dong 


Film ini produksi 1989, disutradarai Ida Farida (ini pemeran Mak Lampir bukan ya?). Seperti kebanyakan film Warkop yang lain. Sabar Dulu Dong juga bertabur kelucuan di sepanjang film. Film dibuka dengan Winny (Eva Arnaz) yang mengajak Dono Kasino Indro serta Anita (Anna Shirley) untuk ikut mengoperasikan hotel keluarga yang terbengkalai. Dari sana muncullah kejadian dan perilaku konyol yang dilakukan Dono Kasino Indro selama mengelola hotel.

Mulai dari menyelidiki tamu hotel yang diduga bawa cewek ke kamar, lalu Indro yang berantem dengan Winny karena kepergok mengintip cewek bule. Hingga drama soal nasi goreng ham beracun dan tamu hotel yang kedapatan “mati” usai menyantap nasi goreng.

Memorable quote : sebenarnya banyak banget, tapi yang paling berkesan waktu HIM Damsyik masuk ke restoran hotel untuk memburu tikus.
“La Senior what’s the matter, la bandito lepasto?”
“No Senior, la tikusto under de table to”
“La tikusto?!! Astagfirulloh. La omento lepasto!”

Kesempatan Dalam Kesempitan 


Diproduksi tahun 1985, Kesempatan Dalam Kesempitan juga menampilkan Lydia Kandou sebagai Warkop’s Angels. Ini salah satu film yang Warkop DKI yang paling saya suka. Meski, seperti kebanyakan film Warkop lainnya yang alurnya suka ga terlalu runut. Tapi saya nggak pernah bosen nonton film ini berulang-ulang.

Ceritanya seputar Dono Kasino Indro dengan permasalahannya masing-masing. Cara mereka menyelesaikan masalah selalu saja konyol. Dono misalnya, Dono yang diperlukan semena-mena oleh rekan kerja di tempat kerja, lalu bekerja sama dengan Anita (Lydia Kandou) untuk ngerjain rekan kerjanya itu.

Ada juga Indro yang mati-matian mengejar Mona sampai harus nyanyi dibawah jendela. Salah satu adegan favorit saya adalah saat Indro yang kebingungan ngerayu Mona, dapat tips singkat dari Kasino. Lucu, karena lagu apapun yang dinyanyikan Kasino, gerakan tangan Indro selalu sama. Seprti gerakan tangan menyanyi lagu Topi Saya Bundar. Oia, ada juga adegan saat Kasino pura-pura hilang ingatan karena takut dimarahi Dono karena telah merusakkan mobilnya.

Dongkrak Antik 


Film ini diproduksi oleh Parkit Film tahun 1982. Ceritanya seputar Dono Kasino Indro yang bekerja di Hotel pimpinan Pak Paulus (Piet Burnama). Interaksi antar tokoh dengan keunikan masing-masing adalah sumber kelucuannya. Dono yang pelupa, Indro yang sering gagap kalau sedang panik, supaya bisa bicara lancar, bokongnya harus dipukul dulu. Lalu Kasino yang sering maki-maki.

Beberapa adegan tak terlupakan versi saya adalah saat Dono diberi tugas untuk mengantar turis berkeliling Jakarta. Karena pelupa, Dono malah balik ke hotel tanpa membawa tamunya, saat diingatkan Indro, dia buru-buru balik ke tempat meninggalkan tamu dan menyuruh mereka naik taksi (padahal dia bawa mobil penjemput) sampai di hotel dan diingatkan lagi soal mobilnya, semua tamu dipaksa naik taksi dan balik lagi ke tempat mobil diparkir, tapi ternyata malah kunci mobilnya yang ketinggalan.

Nah, itu dia daftar fim Warkop Terkece versi saya. Sebenarnya ada banyak sih film lain yang saya suka, seperti Chips, Mana Tahan, Gengsi Dong, dan masih buaanyaak lagi. Tapi, ada juga sih film Warkop yang nggak terlalu saya suka, kebanyakan film-film yang diproduksi di era 1990-an. Menurut saya, mungkin saat itu Warkop berada di titik jenuh. Dan filmnya terkesan dibuat hanya untuk mengikuti selera pasar, yang waktu itu memang lagi trnd film yang mengumbar keseksian perempuan. Candaannya nggak seseru film-film Warkop era sebelumnya.

Kangen dengan Warkop DKI, saya berharap kehadiran Warkop DKI Reborn bisa sedikit mengobati kerinduan pada Dono Kasino Indro. Meski pemerannya sudah ganti. Berdasar review teman-teman yang sudah nonton sih, filmnya bagus dan lucu banget. Nggak sia-sia meski harus ngantri panjang dan kehabisan tiket. Terbayarlah semua setelah nonton filmnya. Tapi saya belum bisa nonton hiks hiks..

You Might Also Like

15 comments

  1. Waduw, beneran penggemar film warkop nih. Saya dulu liatnya di tivi mba. Cuma ya nggak sampai nempel di otak. Judul pun saya nggak apal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu j pas saya hamil mpe ngidam warkop mbak. Tiap hari nonton filmnya atau dengerin rekaman banyolannya..hahaha

      Hapus
    2. Dulu j pas saya hamil mpe ngidam warkop mbak. Tiap hari nonton filmnya atau dengerin rekaman banyolannya..hahaha

      Hapus
  2. Th 80 ann uti msh kuliah trus sblm jd film kn dah rame obrolany di radio prambos.nyabung di radio kejayaan.Uti sma di jkt jd akrab banget sengan hahasa gaul mereka. Intinya ini film memang sangat menghibur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah..uti niy yg ngikutin warkop dr awal. Sayangnya walau filmnya masi diputer mpe skg, mereka ga dpt royalti y uti

      Hapus
  3. Sayangnya film warkop banyak sesi dewasanya ya mbak. Tapi dari saya msh kecil udah suka karna lucunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak sesi dewasa terutama di film2 yg produksi tahun 1990-an y mbak. Aq jg kurang sreg krn lebih banyak candaan slapstik gt. Lebih suka film lamanya hehe

      Hapus
  4. Inget banget dulu suka nonton juga, tapi inget juga sama adegan2 "nyerempet"nya hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha..kayaknya dah jd ciri khas Warkop y mbak.

      Hapus
    2. Hahaha..kayaknya dah jd ciri khas Warkop y mbak.

      Hapus
  5. Warkop daridulu emg ga ada matinya mb wid. Kbr hari ini, warkop reborn jadi nmer wahid box office di indonesia. Keren ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah dah jd no 1 y? Emang kece. Pinter jg si promosiinnya

      Hapus
  6. Sukaa film2 warkop, paling inget tuh Chips :D hehehe yang warkop reborn ini sukak pake bangeettt malahan ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haduuh malah makin ngomporin..aq blom ntn mbak. Kagak ada bioskop disini. Huaaa

      Hapus
    2. Haduuh malah makin ngomporin..aq blom ntn mbak. Kagak ada bioskop disini. Huaaa

      Hapus