Sewing Craft itu Asyik

9:49 AM

Saya memang bukan crafter profesional, hanya sekedar hobi. Tapi saya punya teman-teman crafter yang luar biasa kreatifnya. Dan pada satu titik, kami berada pada posisi yangmerasa bahwa media cetak lokal buat crafter khususnya sewing craft yang membahas khusus tentang hobi kami ini minim sekali. Jadi, digagaslah sebuah buletin khusus buat para sewing crafter Indonesia, atau mungkin buat yang baru tertarik dengan ketrampilan jahit menjahit ini. Namanya Buletin Craftalova.

Edisi Perdana Buletin CFC
Postingan saya ini, tulisan artikel utama untuk edisi perdana versi asli. Yang dimuat di edisi perdana sudah diedit sana-sini, disesuaikan dengan space halaman yang tersedia dan lain-lain. Disimak ya, siapa tau bermanfaat.


 “Hobi kamu apa? Menjahit? Ih, kok kayak nenek-nenek sih.” 

Duh, komentarnya pedas banget ya. Nah, hal seperti itu sangat mungkin terjadi di kehidupan nyata. Ada saja orang yang masih beranggapan hobi menjahit hanya cocok untuk orang tua, atau ibu rumah tangga setengah baya. Yah, tidak bisa disalahkan juga sih, karena menjahit memang membutuhkan ketelitian, ketekunan dan kesabaran, yang mungkin dimata sebagian kalangan, hanya dimiliki oleh orang-orang tua.

Hei, tapi apa salahnya kalau anak muda juga senang menjahit? Menjahit itu keren kok, sama sekali tidak membosankan. Memilih kain, membuat pola, memotong kain, dan berkutat dengan benang, jarum serta mesin jahit ternyata bisa jadi kegiatan yang seru. Malah, tidak sedikit orang yang akhirnya ketagihan menjahit. Jadi wajar dong kalau belakangan makin banyak anak muda yang kepincut dengan jahit menjahit. Bukan sekadar menjadikannya sebagai hobi, tapi juga menghasilkan karya seni yang bernilai ekonomi tinggi dan bergengsi.

Kok bergengsi? Iya dong, dibanding dengan produk massal yang dibuat dengan mesin-mesin industri, produk handmade jelas memiliki keunggulan. Tentu saja, selain karena kelangkaannya, produk handmade juga memiliki sentuhan cinta di dalamnya . Langka? Ya, karena tidak ada produk buatan tangan yang sama persis satu dengan lain. Setiap produk punya sentuhan personal masing-masing. Maka jangan heran kalau para pembuatnya (crafter) seringkali menganggap hasil karya mereka seperti anak sendiri. Itu karena mereka memberikan cinta dan pengorbanan dalam membuatnya. Makanya, wajar kan kalau produk handmade diberi harga yang “pantas”.

Banyak Manfaat
Ah, sudahlah jangan dipikir terlalu berat. Sebenarnya,sewing craft alias prakarya menjahit itu asyik lho. Kita yang tumbuh besar di era 1990-an atau sebelumnya, Kita mungkin familiar dengan pelajaran prakarya di sekolah. Yang sederhana saja, seperti membuat taplak meja, tatakan gelas dan sebagainya. Keterampilan macam begini, mungkin dulu dianggap umum. Kita tahulah, di masa lalu, nenek atau ibu kita terbiasa menjahit sendiri. Mulai dari baju, selimut, sprei, gordyn, boneka bahkan pouch dan tas. Dan semuanya dibuat sambil lalu, untuk mengisi waktu luang dan dilakukan disela-sela kesibukan rumah tangga yang seabrek.

Bagi pemula, apalagi yang belum pernah coba menjahit sama sekali jangan bayangkan sewing craft itu njelimet (rumit-red). Coba saja membuat karya sederhana seperti pouch segi empat dengan model serut misalnya. Karya sederhana itu bahkan tidak membutuhkan mesin jahit untuk membuatnya, cukup dengan jahit tangan. Kalau ingin lebih cantik tambahkan aplikasi kain perca atau felt. Sederhana, dan hasilnya bisa dibanggakan ke orang-orang.

Sebenarnya tidak hanya hasil jadinya yang memuaskan, proses menjahit sendiri tergolong kegiatan meditatif karena membuat pelakunya konsentrasi pada satu tujuan. Hal yang umum dilakukan saat bermeditasi. Dikalangan pelaku meditasi, kegiatan begini dikenal dengan meditasi gerak. Beberapa orang bermeditasi sambil berjalan, sambil menyapu dan sebagainya. Nah, karena sifatnya yang meditatif itu, menjahit juga bisa dijadikan cara untuk melepas stress.

Lebih dari itu, sewing craft bisa juga menjadi media untuk beramal dan berbagi insipirasi lho. Banyak crafter dengan jam terbang tinggi, tidak melulu berorientasi komersil. Mereka juga kerap berbagi ilmu dengan orang lain melalui workshop atau kursus gratis. Malah banyak juga crafter “senior” yang gemar berbagi pengalaman dan inspirasi melalui media social. Salah satunya dengan membagikan tips menjahit dan tutorial gratis.

Jangan Menyerah
Resiko tertusuk jarum, jahitan tidak lurus sampai harus dedel sana-sini bisa saja kita alami saat mulai belajar menjahit. Ini namanya “derita pemula”. Nggak apa-apa kan, orang belajar kan memang harus ngerasain itu, derita pemula. Jadi jangan menyerah. Kalau sekedar tertusuk jarum atau dedel mendedel sih, semua sewing crafter, bahkan yang punya jam terbang tinggi sekalipun pasti pernah ngerasain.

Hal yang sama juga pernah dialami Elisabeth Natasia, crafter asal Bandung ini mengaku sempat gagal juga saat pertama kali menjahit tas. “Pertama kali bikin tas, saya emosi karena tidak kunjung bisa. Jahitan miring sana miring sini. Kadang suami, saya jadikan pelampiasan emosi,” katanya.

Berbagai kendala dan tantangan saat mulai menekuni sewing craft ini kadang membuat kita patah semangat, lantas enggan mencoba lagi. Kendala umum yang paling sering dihadapi para pemula adalah moody. Susah sedikit lalu menyerah. Padahal, untuk menjadi seorang sewing crafter memang dibutuhkan proses dan jam terbang tinggi. Mulai dengan membuat yang sederhana dan mudah dulu, jangan langsung membuat yang rumit.

Nah, kalau mood menjahit kita sedang turun, tidak ada salahnya mengintip hasil karya cantik dari crafter-crafter lain melalui media sosial seperti Pinterest, Facebook atau Instagram. Memanjakan diri dengan “belanja mata” menengok kain-kain bermotif cantik juga jadi mood booster yang layak dicoba.

Jangan takut untuk tampil beda. Terus saja belajar dan semangat. Lakukan yang kita bisa dan kita suka. Jangan khawatir, karena masing-masing punya minat dan bakat yang berbeda. Selain itu craft adalah seni yang melibatkan selera. Jadi jangan takut tampil beda dengan yang lain. Yang penting kita tetap menghargai karya orang lain, dengan begitu karya kita pun pasti akan dihargai.

Edisi kedua, Maret-April
Satu hal yang terpenting, sebagai crafter, kita tidak boleh berhenti belajar. Di era digital seperti sekarang, banyak media yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan tentang sewing craft. Kursus atau mengikuti kegiatan workshop juga bisa jadi cara untuk meningkatkan keterampilan, sekaligus memperluas pertemanan dengan crafter lain. Bahkan bila Kita masih sangat pemula dan minim pengetahuan tentang jahit menjahit, Kita bisa belajar dengan membeli kit atau tutorial yang kini banyak ditawarkan. Paket belajar ini biasanya dilengkapi dengan berbagai bahan yang dibutuhkan seperti kain, staplek, handle tas dan lainnya, bergantung produk yang ingin dibuat, serta dilengkapi dengan tutorial pembuatannya. Seru kan? Ayo mulai menjahit!

You Might Also Like

0 comments