Mulai dari satu pertanyaan

4:31 AM

Dulu, saat saya masih sekolah, kami sekeluarga punya kebiasaan makan siang bersama. Dan setiap moment itu saya ingat sekali ada satu pertanyaan yang selalu ditanyakan oleh kedua orang tua saya. Selalu lho, nggak pernah absen sama sekali.

"Ngapain aja di sekolah hari ini?" Begitu biasanya mereka bertanya. Dan semenjak itu saya juga tidak pernah absen bercerita tentang semua hal yang saya lakukan atau alami saat di sekolah. Ya mulai dari hal-hal yang dipelajari hari itu, kejadian yang dialami saat di sekolah, guru yang galak atau lucu, soal teman-teman. Pokoknya semualah. Kepo ya orang tua saya? Wajar itu mah, sama anak sendiri masa nggak boleh kepo. Hehehehe.

Berikutnya, tanpa perlu ditanya lagi, saya secara otomatis bercerita tentang semua yang saya alami kepada keluarga, tanpa diedit. Jadi, saya ini seperti buku terbuka yang siap dibaca kapan saja oleh semua anggota keluarga, ya bapak, ibu dan adik saya.

Dulu, saya tidak menganggap "ritual" bercerita itu sebagai hal penting, sampai sekarang. Karena tanpa saya sadari, inilah cara orang tua saya membangun komunikasi dan keterbukaan dalam keluarga. Tidak ada rahasia diantara kami, malah saat itulah jadi waktu yang tepat untuk menyelipkan nasihat tanpa terkesan menggurui. Misalnya nih saat saya bercerita tentang teman sekolah yang menyebalkan, dan saking jengkelnya saya cuek saja menjelekkan dia di depan teman-teman yang lain. Wahahahah cerita begitupun saya ceritakan ke orang tua saya lho, dan tanggapan bapak ibu saya awalnya cukup santai tapi kemudian saya dibilangin bahwa cara semacam itu tidak baik, tidak berkelas dan sebaliknya justru bisa memperburuk citra kita sendiri. Saat itu, saya sama sekali tidak merasa dimarahi, justru hal itu masih tertanam dalam ingatan saya sampai sekarang.

Malah, saking terbiasanya saya dengan metode komunikasi seperti ini, saya bahkan menerapkan hal ini sampai saya dewasa. Waktu jaman kuliah dulu misalnya, hampir setiap hari saya melontarkan pertanyaan yang sama pada teman akrab di kost. "Ada cerita apa tadi di kampus?" Dan dia pun mulai bercerita bermacam-macam kegiatannya selama kuliah. Seterusnya, tanpa perlu saya bertanya, tiap sore teman saya itu selalu mampir ke kamar kost dan mulai cerita tentang semua kegiatan dan kejadian yang dia alami. Nah lho!

Saat mulai pacaran dan akhirnya menikah dengan Romonya Narend pun, saya tanpa sengaja juga selalu bertanya hal yang sama. Sederhana ya cara membuka komunikasi? Lebih dari itu, saya pikir-pikir mungkin kebiasaan ini pula yang melatih saya untuk belajar berpikir runut dan menceritakan kembali dengan bahasa saya sendiri. Sungguh keterampilan yang sangat berguna saat saya menjadi wartawan. Pun, melatih percaya diri saya juga untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran meskipun hanya dikalangan orang-orang terdekat.

Mungkin nanti, ini juga hal yang saya terapkan pada Narend. Ah, sebenarnya nggak perlu dirancang begitu karena secara otomatis saya pasti akan bertanya kepada dia. Bahkan sekarang pun, setiap kali dia keluar rumah tanpa saya, misal pergi dengan Oma atau dengan anggota keluarga yang lain. Saat pulang, saya selalu bertanya. "Narend tadi kemana?" "Narend liat apa?" dan walau dengan kemampuan bahasa yang masih terbatas, Narend sudah mulai antusias bercerita "Tadi pegi, liat obil." Sederhana kan? hanya mulai dari satu pertanyaan.

You Might Also Like

6 comments

  1. Huwaa, seneng liat keluarga yang hangat gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbak..seneng deh ada mbak cantik mau mampir

      Hapus
  2. Sama banget kayak aku nih mba. Otomatis cerita apa yang dilakuin tanpa musti ditanya orang tua, bahkan sampe sekarang loh. Hahaha. Komunikasi itu penting emang, dan buat memulai nya kadang bisa susah bisa gampang, tergantung yang diajak ngomong. Jadi, ada cerita apa hari ini mba? Hehe :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnya jadi biasa terbuka ama ortu y mbak. Sebenarnya memulai komunikasi ga sulit2 amat y..tergantung kitanya...
      Hmmm hari ni ada cerita apa ya?? Banyak hahaha

      Hapus
  3. Mba Wid.. Uti jadi keingatan bunda tersayang yg sdh ngga ada. Dia yg mewarnai hidup uti denga satu pertanyaan yg dilanjut hingga tiada rahasia diantara kita..
    Postingsn yg keren ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi dah mampir Uti..wah Uti deket dg ibu y?..betul2 akhirnya berlanjut hingga tiada rahasia diantara kita

      Hapus